Kerusakan Pipa Sudah Teratasi, PDAM: Kami Langsung Lakukan Perbaikan

Mei 24, 2018
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Kebocoran beruntun di tiga titik terjadi di jalur distribusi pipa PDAM Rembang. Pemicunya, selain ada kebocoran, juga ada pipa yang terlindas truk parkir. Kondisi ini membuat pelanggannya tidak teraliri air selama beberapa pekan.Informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi sejak tanggal 17 Mei adanya kebocoran pipa di Ngandang, Sale. Adanya perbaikan di jalur distribusi utama, otomatis aliran air ditempat pelanggan terhenti sementara.Sebab pipa kosong, setelah dilakukan pergantian. Untuk normalisasi sendiri membutuhkan waktu, biasanya sampai dua hari. Lalu ada kerusakan beruntun lainnya di Karas, Sedan sebelah timur SPBU AKR sama-sama pecah. Karena pipa pecah, akibat terlindas truk muatan yang parkir.Lalu di wilayah Sedan juga kondisinya sama. Karena kejadiannya beruntun sejak tanggal 17, 21 dan 22 Mei. Dampaknya memang cukup besar, utamanya terhadap pelayanan yang diberikan PDAM setempat.Informasi ini tidak ditampik Direktur PDAM Rembang, M. Affan. Namun pelanggan tidak perlu risau tidak teraliri air. Pasalnya langkah cepat langsung ditindaklanjuti petugas dengan melakukan perbaikan.”Kami langsung melakukan perbaikan-perbaikan. Semuanya sudah rampung. Selasa malam (22/5). Titik-titik kerusakan sudah teratasi,” ungkapnya, (23/5).Hanya saja distribusi air tentu tidak langsung normal. Diambil contoh di Desa Sukoharjo dan Pandean sudah dua hari belum teraliri. Karena di dua wilayah tersebut, sama-sama berada di jaringan paling akhir.”Kalau di wilayah rumah sakit saat ini sudah menyala. Karena rumah sakit termasuk posisinya di atas,” terangnya.Menyikapi kerusakan beruntun tersebut, M. Affan mendorong pelanggannya pro aktif melaporkan saat menjumpai demikian. Salah satunya nomor aduan dibuka, dengan nomor yang dapat diakses pelanggan 0858-0000-1610.Atau opsi lainnya memanfaatkan sms gateway. Secara otomatis akan mendapatkan jawaban setiap ada gangguan. Termasuk langsung ditangani, sehingga pelanggan tidak akan berlarut-larut terdampak.

Komentar

VIDEO TERKINI