Diuji Sampel, Tidak Ditemukan Daging Formalin

Mei 24, 2018
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Sejumlah produk pangan berbahan dasar hewani di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Rembang diuji sampel. Ini dilakukan petugas untuk menghindari kecurangan pedagang, mencampur bahan bahaya seperti borak maupun formalin. Hasilnya, hari pertama negatif. Alias tak ditemukan.Pelaksana Bidang Peternakan dan Keswan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Muhammad Anwarul Fu’ad mengatakan sidak produk pangan berbahan dasar hewan melibatkan lima orang. Terdiri tim teknis Bidang Peternakan dan Keswan, Polres Rembang dan Humas Setda Rembang.”Sasaranya pertama di pasar tradisional Pamotan dan berlanjut digencarkan di kecamatan lain,” ungkapnya, kemarin (23/5).Jika mengacu tahun sebelumnya sample diambil di pasar tradisional besar. Misalnya di wilayah Lasem, Rembang dan Kragan. Hal itu mengantisipasi permainan pedagang nakal, saat Ramadhan dan Idul Fitri”Seperti kita ketahui formalin untuk pengawet mayat. Jadinya tidak boleh dikonsumsi manusia, namun biasanya ada oknum yang mencampur. Tujuannya awet dan dapat dijual kembali,” katanya.Tim kali ini baru menyasar ke produk daging ayam, kambing dan sapi. Sekaligus produk olahan, seperti bakso, nugget dan sosis. Dari hasil uji sampel tidak ada produk yang mengandung bahan berbahaya tersebut.Ini terlihat dari delapan sampel daging dan tiga sample bakso. Dengan langkah kerja diambil sample-nya masing-masing sekira 10 gram. Lalu dihaluskan dan diberi ekstrak daging dan dimasukan tabung reaksi uji formalin.”Begitupun sample borak teknisnya sama. Dari pengalaman sebelum-sebelumnya Rembang belum pernah ditemukan,” terangnya.Ditambahkan Fuad, untuk mengenali adanya kandungan bahan berbahaya dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Daging yang mengandung formalin bisa dilihat dengan kasat mata. Biasanya keras dan kekenyalan kurang. Lalu tidak dihinggapi lalat dan warnanya pucat.

Komentar

VIDEO TERKINI