Pilkada Serentak, Polres Sukoharjo Siapkan Tim Khusus Tangkal Potensi Penyebaran Isu Sara

Mei 23, 2018

SUKOHARJO, RAKYATJATENG -Penyelenggara pemilu didukung aparat keamanan menyoroti empat hal yang berpotensi mengganggu kelancaran pemilihan kepala daerah daerah (pilkada) serentak. Yakni isu suku, agama, ras, dan antargolongan (Sara); hoax, dan money politic.”Kita tidak sekadar melakukan sosialisasi, ada hal yang lebih dalam yakni tentang pendidikan politik,” ujar komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Yulianto Sudrajat, Selasa (22/5).Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang bahaya money politic. Suara yang diberikan untuk memilih pemimpin harus jujur, bukan karena pengaruh uang. Sebab itu, semua pihak harus sepakat memerangi politik uang.Pendidikan politik, lanjut Yulianto, juga berupaya agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoax alias berita bohong dan isu sara. Ini demi mewujudkan pemilihan yang bersih dan damai.Di sisi lain, pemilih pemula memiliki idealisme cukup baik. Mereka dinilai belum terpapar politik uang, sehingga harus sejak dini ditanamkan pendidikan politik yang baik dan benar agar pemilih pemula bisa menjadi agen pemilih cerdas.Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi menuturkan, menjaga kondusivitas tahun politik, pihaknya menyiapkan tim khusus untuk menangkal potensi penyebaran isu sara.”Termasuk ujaran kebencian,” tuturnya.Ditegaskan kapolres, isu sara masih menjadi favorit “dijual” dalam rangka kampanye. Upaya preventif yang dilakukan di antaranya menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan elemen lainnya.Bagi mereka yang terbukti menyebarkan isi sara dan ujaran kebencian, imbuh Iwan, pelaku dapat dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (JPC)

Komentar