Hadiri Khitanan Massal di Kebumen, Heru: Cepet Gedhe Sekolahe Pinter

Mei 23, 2018
Belum ada gambar

KEBUMEN, RAKYATJATENG – Seorang anak laki-laki duduk di sudut ruangan, dengan tangan bergetar memegangi sarung. Raut mukanya masih memerah usai menangis. Sesekali masih terdengar isaknya. Kedua orangtuanya pun sibuk menghiburnya.Dia adalah Assyakur, anak berusia tujuh tahun dari Desa Sawangan Kecamatan Kuwarasan yang sudah mengikuti khitanan massal di Kecamatan Gombong, Kebumen, Selasa (22/5). Siswa kelas 1 SD itu masih menahan sakitnya dikhitan.Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi yang melihat pemandangan itu, langsung menghampiri Assyakur yang masih terisak. Heru menghibur Assyakur dan menceritakan bahwa saat kecil, dia juga pernah mengalami hal yang sama.“Cepet gedhe sekolahe pinter. Nggak apa-apa. Dulu saya dikhitan juga hanya sakit sedikit,” kata dia dalam kegiatan bakti sosial yang merupakan rangkaian Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng.Selain Assyakur, ada kurang lebih 70 anak lain yang mengikuti khitanan massal. Meski tak sedikit yang menangis, bahkan menjerit, para dokter melayani pasien-pasien kecil dengan sabar. Bahkan sambil melayani, para dokter mengajak mengobrol, agar melupakan rasa sakitnya.Sementara itu, di depan ruangan yang digunakan untuk sunatan massal, ratusan warga tengah antre memanfaatkan kesempatan pengobatan massal. Sejumlah tenaga medis dan dokter RSUD Margono Soekarjo sigap melayani mereka. Mendengarkan keluhannya dengan baik, memberikan informasi, memeriksa, dan memberikan obat. Rata-rata yang memeriksakan diri sudah berusia lansia.Plt Gubernur Heru Sudjatmoko mengapresiasi khitanan dan pengobatan massal yang diselenggarakan dalam rangkaian Hari Kebangkitan Nasional tersebut. Dia berharap kegiatan itu dapat membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu.Di samping pengobatan gratis dan khitanan massal, Pemprov Jateng melalui Bank Jateng juga memberikan 200 paket sembako kepada warga kurang mampu. Masing-masing paket berisi lima kilogram beras, dua kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng. (***)

Komentar

VIDEO TERKINI