Gunung Merapi Batuk Lagi, Warga Diminta Tetap Waspada

Mei 23, 2018

BOYOLALI, RAKYATJATENG -Masyarakat yang bermukim di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi diminta mengungsi terlebih dahulu. Hal itu menyusul ditingkatkannya status gunung api teraktif di dunia itu dari normal menjadi waspada.Daerah yang masuk KRB III di wilayah Boyolali ini di antaranya Dusun Stabelan dan Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Wilayah tersebut masuk dalam jarak 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi. Daerah ini diminta segera dikosongkan dari aktivitas warga.“Warga di KRB tiga diminta tetap waspada dan diimbau untuk mengamankan diri dulu, terutama pada malam hari diminta mengungsi. Ini untuk antisipasi bila sewaktu-waktu terjadi letusan tidak kesulitan evakuasi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, Selasa (22/5).Warga dua dusun tersebut Senin malam sudah mengungsi ke gedung olahraga desa setempat, setelah aktivitas Gunung Merapi meningkat. Terdapat 362 jiwa dari dua dusun itu yang mengungsi. Namun, pagi tadi warga kembali ke rumahnya masing-masing setelah situasi dinilai aman.“Imbauan dari BPPTKG Jogjakarta bahwa jarak 3 km dari puncak harus dikosongkan untuk menjamin keamanan warga,” imbuhnya.Pihaknya pun telah menyiapkan logistik untuk para pengungsi. Selain itu juga menditribusikan masker jika sewaktu-waktu dibutuhkan warga. Masker saat ini sudah didistribusikan ke tiga kecamatan di lereng Merapi, yaitu Kecamatan Selo, Musuk dan Cepogo.“Bahkan untuk Desa Tlogolele masker sudah disiapkan di balai desa setempat,” ujar dia.Untuk menyikapi peningkatan status Merapi, Pemkab Boyolali Selasa siang juga langsung menggelar rapat koordinasi di kantor bupati. Rakor dipimpin Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat diikuti Sekda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.“Mudah-mudahan peningkatan status tidak secepat di luar dugaan kita. Harapannya tidak membuat panik warga,” imbuhnya.

Komentar