Arus Mudik Lebaran, Ada 17 Titik Rawan Macet di Kota Solo

Mei 23, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Kota Solo bakal menjadi perlintasan bagi para pemudik ke daerah lain. Karena itu sangat rawan terjadi kemacetan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta telah memetakan sedikitnya ada 17 kawasan perlu diwaspadai para pemudik karena padat.Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta Ari Wibowo mengatakan, ada 17 kawasan rawan macet di Kota Bengawan. Rinciannya, untuk Solo bagian barat, titik rawan kemacetan terjadi di sekitar simpang Kerten, simpang Faroka, simpang Taman Kota Kerten, simpang Fave Hotel, dan simpang Klodran.“Ini akses masuk kendaraan ke dalam Kota Solo dari luar kota. Nanti jika hendak keluar kota akan diarahkan melewati jalur luar agar tidak masuk kawasan perkotaan,” jelas Ari Wibowo saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, Selasa (22/5).Untuk bagian utara, titik rawan kemacetan terjadi di sekitar viaduk Gilingan, simpang Gilingan, simpang Tirtonadi.“Jalur ini terhitung padat lantaran dekat dengan akses keluar masuk bus dari terminal kota. Dari catatan tahun lalu lokasi ini terhitung paling padat dari lokasi lainnya,” beber dia.Untuk kawasan pusat kota, sejumlah titik rawan kemacetan terjadi di sekitar simpang Pasar Nongko, simpang Coyudan, bundaran Gladag, Sangkrah, simpang Ketandan, simpang Loji Wetan, dan simpang Radio ABC.“Untuk pusat kota ini antisipasi di pusat-pusat perbelanjaan. Termasuk kawasan Jl Dr. Rajiman dan Jl Gatot Subroto,” jelas pria yang juga menjabat sebagai ketua Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2018 tersebut.Untuk Solo timur, kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan sekitar simpang Pasar Kliwon yang merupakan salah satu akses dari timur Kota Solo sebelum melintasi perkotaan.“Rawan macet biasa terjadi di sekitar Pasar Kliwon, Semanggi, Gading, dan sekitarnya,” beber Ari Wibowo.Sementara untuk Solo bagian selatan, titik rawan macet terjadi di sekitar simpang Dawung. Banyaknya kendaraan dari arah Sukoharjo dan daerah lain dari sisi selatan Kota Solo berpotensi menimbulkan kemacetan di sejumlah wilayah yang terhitung dari simpang Dawung tersebut.“Efeknya di sekitar simpang Gemblegan dan Jalan Veteran. Biasanya juga menumpuk di sekitar Jl Bhayangkara sebelum masuk Jl Dr Radjiman,” terang Ari Wibowo.Selain 17 titik rawan macet, sejumlah lokasi kawasan pusat perbelanjaan juga disorot. Seperti, Solo Grand Mall, Solo Square, Pusat Grosir Solo, Pasar Singosaren, Pasar Legi, Pasar Nongko, Pasar Gede dan lainnya. Karena itu, sebagai langkah antisipasi kemacetan kendaraan di kawasan tersebut, pihaknya akan mengefektifkan patroli kota dan patrol parkir serta koordinasi dengan satpol PP, dinas perdagangan dan kepolisian.“Kami akan memasang RPPJ (rambu pendahulu petunjuk jurusan) portabel untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas serta membuka dan menutup arus lalu lintas di kawasan yang rawan macet. Dan akan dimaksimalkan lewat 61 kamera closed circuit television (CCTV) dan penempatan petugas di lapangan agar segera mengurai potensi kemacetan,” jelas dia.Untuk memaksimalkan hal tersebut, mobil derek dishub siap berkontribusi 24 jam. Nantinya jika ada pelanggaran parkir yang berimbas pada munculnya potensi kemacetan akan langsung di derek oleh petugas.“Lokasi parkir sudah ada. Jadi kalau ada yang parkir sembarangan dan mengganggu lalu lintas langsung kami derek,” tegas Kasi Parkir Umum dan Khusus Bidang Perparkiran Dishub Kota Surakarta Henry Satya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI