Tenun Goyor Tegal Diekspor Hingga Timur Tengah dan Afrika

Mei 22, 2018
Belum ada gambar

TEGAL, RAKYATJATENG – Tenun goyor merupakan salah satu produk kerajinan dan warisan kebudayaan yang dapat dijumpai di daerah seperti Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Belum ada sumber pasti mengenai awal mula Tenun Goyor bisa masuk ke wilayah Pantai Utara (Pantura) Barat.Hingga kemudian, pengusaha keturunan Timur Tengah muncul meramaikan usaha tenun goyor. Pengusaha tersebut semula mencari tenun goyor sendiri untuk dijual kembali. Karena dinilai lebih menguntungkan, mereka akhirnya membangun usaha tenun goyor dalam skala industri maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).Usaha tersebut mampu bertahan dari generasi ke generasi sampai sekarang. Di Kabupaten Tegal, usaha tenun goyor banyak ditekuni warga, salah satunya di Desa Kaladawa Kecamatan Talang.“Saya menekuni usaha tenun goyor sejak 1992. Di sini, banyak yang usaha seperti ini,” kata Miftah (61), saat ditemui di sela-sela aktivitas menenunnya, Rabu (9/5) lalu.Dalam menenun, Miftah dan para perajin tenun goyor lainnya di Desa Kaladawa masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) dari kayu yang digerakkan secara manual. Dengan alat tersebut, proses pembuatan Tenun Goyor dimulai dari melepas benang dari cone, los, keteng baki, menggambar pola, ikat, celup, colet, penjemuran.Kemudian, benang yang sudah kering digulung lagi dalam gulungan besar untuk dimasukkan ke ATBM.Sekali produksi, perajin tenun goyor membutuhkan waktu seminggu. Satu ATBM menghasilkan satu kain tenun goyor dengan ukuran lebar 60 sentimeter (cm) dan panjang 250 cm, sebelum diolah menjadi sarung dengan ciri khas jahitan tengah. Sarung tenun goyor memiliki keunggulan rasa sejuk atau adem, ketika dikenakan saat cuaca panas.Ditambah, corak dan polanya yang khas, serta memiliki handfeel yang nyaman. Hal tersebutlah yang mengantarkan tenun goyor diekspor dan menjadi primadona di daratan Timur Tengah sampai Benua Afrika. (rtgl)

Komentar

VIDEO TERKINI