Pangdam Diponegoro Terima Peserta OJT Taruna-Taruni Akmil

Mei 22, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pangdam IV/Diponegoro menerima peserta Latihan Praktek Jabatan (OJT) taruna dan taruni Akademi Militer (Akmil) tingkat TP 2017/2018 yang dilaksanakan di satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro. Penerimaan taruna dan taruni dilaksanakan di Aula Makodam IV/Diponegoro yang dihadiri para pejabat Makodam IV/Diponegoro dan pejabat Akmil, Senin (21/5).Di hadapan para taruna dan taruni Akmil, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto S Sos M Si menjelaskan, bahwa kegitan OJT ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan serta gambaran bagi taruna dan taruni sebagai calon Perwira TNI AD yang nantinya akan berdinas di satuan TNI AD.OJT memiliki arti yang sangat penting dalam rangka penyiapan SDM TNI AD yang profesional. Sebab melalui OJT, para calon Perwira TNI AD yang sedang ditempa, dapat mempraktekkan ilmu dan keterampilan yang telah diterima selama mengikuti pendidikan dan akan merasakan secara langsung bagaimana sesungguhnya tugas-tugas prajurit TNI dilaksanakan di lapangan.“Diharapkan para taruna dan taruni mampu memanfaatkan kesempatan yang berharga ini untuk menambah wawasan dan pengalaman yang sebanyak-banyaknya sebagai bekal keterampilan apabila bertugas di satuan. Optimalkan kemampuan dengan praktek dan terjun langsung di lapangan, baik secara umum maupun sesuai dengan kecabangan masing-masing,” jelas Pangdam.Menurut Pangdam, pengalaman menunjukkan bahwa bekal yang didapat dari OJT masih harus ditambah dan ditingkatkan dengan pengembangan diri dan pengalaman di lapangan. Oleh karena itu, pengalaman selama OJT nanti, harus dijadikan dasar untuk terus berupaya mengembangkan kemampuan masing-masing taruna dan taruni.“Ingat, dengan belajar dan berlatih berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan, kalian akan menjadi pemimpin yang handal,” tegas Pangdam.Terkait dinamika lingkungan yang berubah begitu cepat dan seringkali sulit diprediksi, khususnya di wilayah Jateng dan DIY dengan kompleksitas permasalahan yang tinggi, maka dituntut adanya SDM yang memiliki keunggulan kompetitif.

Komentar