Pemkot Semarang Tegas! Pekerjakan Anak di Bawah Umur Akan Dipenjarakan

Mei 21, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Kota Semarang akan menindak tegas setiap orang yang mempekerjakan anak di bawah umur, gelandangan, dan pengemis. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis, mereka akan dikenai sanksi berupa kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Tommy Yarmawan Said, mengatakan, saat ini Dinsos gencar melakukan operasi bersama untuk menegakkan perda ini. Targetnya secepatnya Kota Semarang bebas dari anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandang dan pengemis).Sementara terus menggencarkan operasi, Tommy mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam upaya mencapai Kota Semarang bebas anjal dan gepeng. Ia meminta agar masyarakat tidak memberikan sesuatu apapun kepada anjal dan gepeng di jalan umum dan traffic light.Kepada warga yang memberikan sesuatu, dikatakan olehnya, ada sanksi yang cukup berat. Yakni, berupa pidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 1 juta. ”Jadi yang memberi pun juga akan dikenai sanksi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.Sampai saat ini, di sejumlah titik Kota Semarang memang masih terlihat anak di bawah umur yang melakukan aktivitas ekonomi di jalanan, salah satunya menjual koran. Sebut saja di kawasan Tugu Muda, di lampu merah Jalan KH Agus Salim Semarang, dan beberapa titik lainnya. Ironisnya, anak di bawah umur ini bekerja dengan diawasi orangtua mereka.N, warga di daerah Barito mengaku sudah mempekerjakan anaknya sejak umur 4 tahun. Kini, anaknya sudah duduk di bangku kelas 2 SD. Sementara sang anak berjualan, ia menunggu dari kejauhan bersama anak bungsunya yang masih balita. ”Ini kakaknya juga jualan di Kartini (sekitaran Jalan Kartini, Red). Dia juga sepulang sekolah jualannya. Tapi karena udah agak gede saya nemeni yang di sini,” ujarnya.

Komentar