Ini Langkah Walikota Urai Kemacetan di Kota Semarang

Mei 21, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Persoalan kemacetan di Kota Semarang, salah satunya disebabkan oleh parkir sembarangan, khususnya parkir liar. Selama ini, pemkot telah menindak pelaku parkir liar ini. Hanya saja, kebiasaan parkir secara sembarangan masih tetap dilakukan.Walikota Semarang Hendrar Prihadi megatakan, saat ini banyak pertokoan, mal, halaman rumah yang bisa dimanfaatkan sebagai kantong-kantong parkir. Tinggal dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Semarang. Selain itu, saat ini pemkot juga sedang mengoptimalkan lahan pemerintah untuk dijadikan tempat parkir.”Kita sedang lelang, di gedung Dinas Kesehatan Kota di Jalan Pandanaran, di situ kan krodit sekali. Hari ini (kemarin) kita bangun gedung itu menjadi 10 lantai. Sisanya 6 lantai untuk tempat parkir. Supaya orang yang belanja di pusat oleh-oleh Pandanaran bisa parkir di gedung ini,” jelas Hendi.Sedangkan di titik yang rawan terjadi kemacetan, yakni di jantung Kota Semarang, pemerintah kota telah berencana membangun lahan parkir di bawah Lapangan Simpang Lima. Saat ini, rencana pembangunan ini sudah sampai pada tahap DED. Pemerintah akan membangun parkir ini tahun depan jika memiliki dana yang cukup. ”Kalau nggak ya tahun 2020,” katanya.Mengenai parkir liar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik, akan menindak tegas parkir yang tidak berizin. ”Ada parkir resmi dan tidak resmi. Sementara untuk yang resmi terbagi menjadi dua, yakni izin yang masih berlaku dan izin kedaluwarsa. Ini juga yang akan kami tertibkan,” tegasnya.Tindak tegas pada persoalan parkir ini bukan tanpa sebab. Khadik menjelaskan, parkir merupakan salah satu potensi pendapatan daerah yang luar biasa. Untuk itu, Khadik akan mengeliminir tingkat kebocoran pajak parkir agar dapat memaksimalkan pendapatan Kota Semarang. ”Hal ini seiring dengan dinaikkannya target parkir hingga 400 persen. Dari sebelumnya Rp 4 miliar kini menjadi Rp 15 miliar,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI