20 CJH Grobogan Batal Berangkat ke Tanah Suci, Ini Penyebabnya

Mei 21, 2018
Belum ada gambar

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Sebanyak 20 calon jamaah haji (CJH) asal Grobogan dipastikan batal berangkat tahun ini. Penyebabnya ada beberapa faktor. Selain meninggal dunia, ada yang mundur karena hamil dan sengaja menunda keberangkatannya.”Dari 20 CJH, dua di antaranya meninggal dunia. Empat orang tidak istitoah kesehatan, 11 orang mundur karena sebab lain, serta tiga orang hamil sehingga menunda keberangkatan,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Grobogan Abdul Rouf.Dengan batalnya 20 CJH itu, kuota yang kosong akan diisi CJH lainnya yang sudah antre di belakangnya. Sementara ke-20 warga tersebut tidak wajib melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). ”Sampai saat ini sudah ada 890 CJH dari 910 porsi yang sudah melunasi BPIH tahap pertama,” tegasnya.Pelunasan tahap pertama dilakukan sejak 16 April hingga 4 Mei. Kemudian tahap kedua dibuka 16-25 Mei ini. Sebelumnya mereka telah membayar sebesar Rp 25 juta dari total pelunasan Rp 35.933.275 di embarkasi Surakarta. Sehingga pada pelunasan kali ini mereka tinggal membayar Rp 10.933.275.”Selanjutnya mereka menunggu nomer kloter dan manasik haji. Untuk kloter, kami hanya mendapat info pemberangkatan kloter pertama dimulai 16 Juni. Namun untuk Kabupaten Grobogan belum tahu akan mendapatkan urutan ke berapa,” jelasnya.Dengan semakin dekat pemberangkatan, pihaknya mengimbau agar CJH mempersiapkan fisik maupun psikis. Sebab, di tanah suci beda budaya, bahasa, maupun iklim. Bahkan bagi seluruh CJH diminta membiasakan diri salat di masjid.”Di sana nanti akan sering bertemu dengan masjid. Dikarenakan jarak mereka beribadah dan penginapan yang jauh. Kalau tidak terbiasa di masjid akan susah,” ucapnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI