Tak Kantongi Izin, PKL Musiman di Solo Ditertibkan

Mei 19, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) musiman saat Ramadhan di beberapa titik terlarang terpaksa ditertibkan. Salah satunya mereka yang berjualan di badan jalan tanpa mengantongi izin.Pantauan di beberapa tempat, PKL musiman masa Ramadhan telah muncul di sejumlah pusat keramaian di Kota Bengawan seperti di area publik dan pendidikan seperti di kawasan Jalan Menteri Supeno (kawasan Manahan), Jalan Slamet Riyadi (kawasan Sriwedari), hingga halaman masuk kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), khususnya yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara.“Kami sudah antisipasi kegiatan pedagang musiman seperti ini. Makanya setiap saat akan dipantau dan ditertibkan jika ada yang melanggar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagyo, Jumat (18/5).Penertiban langsung dilakukan saat ditemukan pelanggaran, seperti PKL musiman di kawasan Manahan. Dari laporan yang didapat, PKL musiman ini mulai menempati badan jalan yang mestinya tak dipakai untuk aktivitas jual beli. Setelah ditelusuri, terdapat tanda patok di kios PKL tersebut.“Langsung kami tertibkan. Kalau ada patok artinya ada yang mengelola. Tapi kami tunggu oknum yang mengatur itu tidak muncul. Ya sudah, langsung diubah. PKL kami masukkan semuanya ke jalur lambat di sisi utara Jalan Menteri Supeno,” beber Subagyo.Pihaknya mengaku tak akan menahan diri untuk memberi tindakan tegas pada siapa saja yang mencoba mengatur PKL musiman tanpa izin.“Kami saja tidak menarik retribusi. Intinya dagang boleh tapi wajib patuh aturan. Ini berlaku sama untuk PKL di mana saja. Yang di Jalan Slamet Riyadi pun kami kumpulkan di shelter Sriwedari. Jadi nanti konsepnya penataan terarah,” jelas Subagyo.Selain PKL musiman, pihaknya juga menyorot potensi pasar tumpah. Berdasarkan catatannya, sedikitnya ada 13 titik yang biasanya dipakai untuk pasar tumpah seperti di kawasan Pasar Jongke, Pasar Gede, Pasar Kembang, Pasar Kadipiro, dan lainnya.“Lurah pasar sudah kami sosialisasikan agar menata wilayah masing-masing. Pasar tumpah biasanya muncul H-7 Lebaran. Penataannya dimasukkan ke dalam pasar atau halaman pasar,” tegas Subagyo.Salah satu PKL musiman di kawasan Manahan, Huri, 48, berjanji mematuhi aturan pemkot. Karena itu, dirinya tak keberatan jika dipindah ke jalur lambat.“Awalnya ini dagang di pinggir jalan, sekarang masuk ke jalur lambat. Tapi sayangnya beberapa lokasi jalur lambat dipakai PKL malam jadi ya agak repot juga,” keluh dia.Muhammad Reza, PKL malam yang juga berdagang di sana mengaku kecewa lantaran dirinya tak bisa menggelar dagangan lebih awal. Dirinya terpaksa menjajakan dagangan saat petang usai PKL musiman beranjak pulang.“Ya kaget saja tiba-tiba tempat saya dipakai. Mohon ini diatur biar sama-sama bisa cari makan,” tutup Reza. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI