Pengelola Taman Kartini Rembang Harus Setor PAD Rp 700 Juta

Mei 19, 2018
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Direktur PT Mantingan Karya Aditia Sriyono yang dipercaya mengelola Taman Kartini Rembang bukan pemain baru dalam hal penataan tempat wisata. Beberapa pengalaman pengelolaan wisata telah ditangani dengan baik seperti di Rembang, Blora, Pati, Batang dan Kudus. Di tangan bos anyar ini, Taman Kartini membayar setoran PAD Rp 700 juta per tahun.Tercatat sejak tahun 2000 sudah menangani aneka wisata air di Rembang, Blora, Pati dan Kudus. Kemudian tahun 2002-2006 kerja sama, dipercaya mengelola kolam renang Mantingan sampai tahun 2009. “Kami juga pernah mengelola Taman Kartini sampai 2012. Kemudian water splash Blora. Pantai Nyamplung, Lasem. Kemudian Batang mengelola wisata,” ungkapnya.Direktur Utama PT Mantingan Karya Aditia, Sriyono menyebutkan setelah dipercaya pemkab untuk mengelola per 1 Mei lalu, pihaknya langsung melakukan penataan menjelang Syawalan. Penataan dimulai dari pedagang hingga kolam renang.“Kemudian setelah Syawalan. Kami akan pasang lampion untuk objek wisata malam. Ini untuk kelengkapan pujasera di tepi laut. Lalu membuat Waterprak terintegrasi dengan wahana laut,” katanya.Tak hanya konsep pujasera. Jika tak ada hambatan pihaknya akan melakukan reklamasi pantai untuk membuat pantai buatan dengan menggunakan pasir putih.”Jika diizinkan pantai buatan dengan pasir putih dan air laut kedalaman sekitar satu setengah meter,” ujarnya.Sriyono mengaku, tak begitu cemas dengan persaingan wisata air yang belakangan ini menjadi primadona di mana-mana. Pihaknya yakin dengan modal pengalaman yang dimiliki. Kemudian mengadopsi beberapa wisata di luar kota serta kerja sama yang baik dengan berbagai pihak.Dia yakin Taman Kartini akan bisa bersaing. Terlebih lokasi wisata yang saat ini kembali dia kelola membawa nama besar RA Kartini. Namun, pihaknya tidak ingin berkompetisi dengan sama-sama pengelola. Bahkan, pihaknya berharap semua menjadi mitra kerja. “Contohnya untuk nanti bisa saja kami gandeng paket wisata bahari maupun religi. Kami ingin mengembalikan ruh Taman Kartini,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI