Kata Walikota, Ini Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Kota Semarang

Mei 19, 2018
Belum ada gambar

“Akan tetapi, realisasinya masih terjadi kebocoran yang besar. Parkir umum yang sangat berpotensi itu justru tidak mencapai target penerimaan untuk PAD,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, di gedung DPRD Kota Semarang, beberapa waktu lalu.Dari sepengetahuannya, parkir umum ditargetkan menyumbang PAD Rp 5,5 miliar pada 2017 lalu. Hanya saja, target tersebut tidak tercapai dan hanya mampu menyumbang Rp 2,5 miliar saja.Ia menyebutkan, kebocoran tersebut disebabkan mata rantai penerimaan restribusi parkir yang tidak langsung ke Pemkot. Melainkan melalui beberapa rantai yaitu juru parkir, pemilik area parkir, petugas penarik retribusi baru masuk ke Pemkot.”Belum lagi kebocoran ke preman dan backing lokasi parkir. Selama mata rantai tidak diputus, pendapatan retribusi parkir umum yang menjadi primadona PAD itu tidak akan pernah tercapai,” jelasnya.Dikatakannya retribusi parkir umum sebagai primadona karena potensinya yang cukup besar. Dari perhitungannya, di Kota Semarang ada sedikitnya 1 juta sepeda motor dan 500.000 mobil.Dalam satu hari, jika satu sepeda motor ditarik retribusi Rp 1.000 untuk sekali parkir maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar. Sedangkan retribusi untuk mobil Rp 2.000, maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar.”Itu baru satu hari, kalau satu bulan tinggal dikalikan 30 hari. Hasilnya sangat besar,” urainya.Karena itu, Supriyadi meminta Dishub Kota Semarang untuk mencari solusi atau format baru penanganan retribusi parkir umum agar dapat menyumbang PAD lebih besar lagi. (***)

Komentar

VIDEO TERKINI