Dampak Kemarau, Air Waduk Gajah Mungkur Terus Menyusut

Mei 19, 2018

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Dampak kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Wonogiri. Termasuk tinggi air Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang mulai menyusut sejak awal Mei. Hindari kandas, Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri mulai memindahkan rumah kapal di area waduk tersebut.Kepala Sub Divisi III/ I Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo Hermawan Cahyo Nugroho mengatakan bahwa TMA Bendungan Serba Guna WGM mulai menyusut sejak awal Mei ini. Tinggi muka air saat ini masih 135.41 meter di bawah permukaan laut (MDPL). Di mana maksimalnya 136.00 MDPL sesuai standar operasional prosedur (SOP).“High water level (HWL) atau elevasi tertinggi air di waduk yang dipersyaratkan memang di akhir April lalu turun terus karena pemakaian seiring inflow (air yang masuk ke waduk) makin kecil,” kata Hermawan, Jumat (18/5).Menurut Hermawan, curah hujan pada April-Mei memang relatif di bawah curah hujan di waktu yang sama pada 2016-2017 . Penurunan elevasi ini terjadi sekitar 3-4 cm per hari, terkadang bisa 5 cm.“Sehingga inflow air ke waduk juga relatif lebih kecil,” terangnya.Dikonfirmasi mengenai apakah air waduk akan cukup hingga 7 bulan mendatang? Hermawan menyebut bahwa jika semua pihak menaati pola yang telah disepakati, bijak dalam memanfaatkan air yang ada, disiplin dalam menaati pola tanam, maka air akan cukup memenuhi kebutuhan masa kemarau.“Intinya jangan memaksakan harus bisa mendapatkan air sesuai kebutuhannya jika memang kondisi air yang ada tidak cukup. Jadi semua harus berbagi dengan bijak,” terangnya.Sementara itu, Dishub Wonogiri mulai memindahkan rumah kapal yang berada di pingir WGM. Rumah kapal tersebut ditarik lebih ke tengah supaya tidak kandas. Selama ini kapal tersebut digunakan untuk wisata air di area WGM dan menjadi salah satu favorit pengunjung untuk menikmati pemandangan di area waduk. (JPC)

Komentar