Banyak Permintaan, Harga Daging Ayam dan Telur di Boyolali Naik

Mei 19, 2018

BOYOLALI, RAKYATJATEN – Harga komoditas daging ayam dan telur di Boyolali mengalami kenaikan. Dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat untuk kegiatan ritual keagamaan. Terjadi sejak dua pekan terakhir.Telur ayam misalnya. Informasinya yang dikumpulkan, sejak sepekan lalu, harga telur dipasaran mulai merangkak naik. Jika awalnya harga telur hanya Rp 22 ribu per kg, kini melonjak hingga Rp 26 ribu per kg.Begitu juga dengan harga daging ayam. Daging ayam di pasaran saat ini tembus hingga Rp 32 ribu per kg. Kenaikan tersebut bahkan sudah terjadi sejak dua pekan sebelum bulan puasa.Sunsat, 45, pedagang toko kelontong di Desa Canden, Kecamatan Sambi mengaku, kenaikan harga telur ayam terjadi sejak dua pekan lalu. Kenaikan harga ini disebabkan harga jual dari peternak sudah tinggi.”Saat bulan puasa, diperkirakan harganya masih stabil seperti sekarang. Karena kebutuhan telur juga semakin meningkat,” bebernya, Jumat (18/3).Suparmi, 43, pedagang daging ayam  Pasar Tradisional Sambi menambahkan, kenaikan harga daging ayam saat Ramadan masih wajar. ”Masyarakat banyak yang membutuhkan daging ayam untuk hajatan. Tapi memang hampir setiap tahun saat Ramadan ya selalu naik. Kemungkinan harganya bisa naik lagi beberapa hari ke depan,” ujarnya.Diyah Ayu, 24, pedagang daging ayam  Pasar Gagan, Kecamatan Ngemplak mengaku prihatin atas kenaikan harga tersebut. Meskipun tak berpengaruh pada menurunnya permintaan.”Kulakan kan sudah mahal, jadi modalnya juga harus besar,” tuturnya.Saliyem, 56, warga Desa Canden, Sambi menilai, naiknya harga telur dan daging ayam ini  memberatkan konsumen.”Biasanya kalau harga telur naik, tak sampai Rp 20 ribu. Lha ini malah sampai Rp 26 ribu. Saya sebagai pembeli cuma berharap harganya bisa turun,” ujarnya. (JPC)

Komentar