Visualisasi Dandangan Libatkan Tarian Penjual Lentog

Mei 17, 2018

KUDUS, RAKYATJATENG – Pagi berjualan, sore menari. Itulah yang dilakukan sebagian penjual lentog di Kabupaten Kudus kemarin (16/5). Mereka ikut meramaikan visualisasi Dandangan yang digelar di Alun-alun Kudus.Para penjual lentog ini menari bersama anaknya. Mereka menarikan tari lentog. Penampilan mereka terlihat kompak. Meski mereka tidak pernah tampil bersama di arena terbuka.Selain itu, ada beragam pergelaran kesenian yang ditampilkan dalam visualisasi Dandangan. Di antaranya penampilan perkusi dari Desa Wisata Loram Kulon, Kecamatan Jati. Ada juga penampilan musik modern kontemporer dan pementasan drama musikalitas dengan tema Perjalanan Religi Menuju Bulan Suci.Penampilan drama musikal ini ada yang berbeda. Penampilan pembacaan teks puisi diperankan oleh Nujumullaily. Istri Direktur Utama Mubarokfood Muhammad Hilmy ini tampil bersama dua putrinya, Syatta Imtiyaaz Thuvaila dan Binta Athivata Tabriez. Keduanya bermain biola dan bernyanyi tentang Kota Kudus.Visualisasi Dandangan ini tidak digelar kirab. Kali ini menonjolkan kreasi seni dari para seniman di Kota Kretek. Hal ini untuk menyambut datangnya Ramadan.Untuk penanda masuk Ramadan ada penabuhan beduk oleh Bupati Kudus Musthofa bersama Forkopimda. Namun, tahun ini penabuh beduk diserahkan kepada Direktur Produksi PT Djarum Kudus Thomas Budi Santoso. Kemudian, dilanjut oleh Ketua DPRD Kudus Achmad Yusuf Roni.Dalam kesempatan itu, Bupati Musthofa mengingatkan, generasi penerus maupun pemimpin selanjutnya untuk tidak melupakan tradisi. Salah satunya caranya berinovasi melalui visualisasi Dandangan. Tentunya dengan merangkul seniman-seniman Kudus.”Mengenang peradaban sejarah Kudus salah satu kewajiban bagi seluruh masyarakat Kudus, terlebih pemimpinnya. Melestarikan dan nguri-uri langkah tepat sebagai upaya melestarikan budaya untuk diwariskan kepada anak dan cucu,” ungkapnya. (JPC)

Komentar