Ramadhan, Permintaan Kurma di Solo Melonjak

Mei 17, 2018

SOLO, RAKYATJATENG – Memasuki bulan Ramadhan, penjualan buah kurma meningkat pesat. Maklum, buah yang berasal dari jazirah Arab ini mulai diminati saat memasuki bulan Ramadhan. Bahkan untuk semua jenis kurma, penjualan per hari bisa mencapai 1 ton.Salah seorang pedagang kurma di kawasan Masjid Ar-Riyadh Solo, Ali Jouban, 65, mengaku sudah ada peningkatan penjualan kurma. Dari segi stok, diakui cukup melimpah. Kebanyakan kurma didatangkan dari Mesir, Iran, serta Arab Saudi.”Tapi sayangnya sekarang banyak pemain baru yang berdagang kurma. Sehingga kami banyak pesaing,” ucapnya, Rabu (16/5).Untuk mengatasi persoalan ini, biasanya Ali menurunkan harga agar bisa bersaing dengan pedagang kurma lain. Rata-rata dirinya menurunkan harga 10-20 persen. Tergantung jenis kurma. Ada delapan jenis kurma yang disediakan di tokonya. Mulai dari Madina, Tunisia, Emirat, Mesir, dan Nabi.”Harganya beragam. Mulai dari Rp 20-350 ribu per kg. Untuk kurma paling murah Safa dari Mesir. Paling mahal kurma Nabi,” ujar Ali.Peningkatan permintaan kurma sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Bahkan dibandingkan dengan hari biasanya, peningkatan mencapai 100 persen.  Untuk hari biasa pembelian kurma di tokonya rata-rata hanya 150-300 kg.”Tapi kalau menjelang Ramadhan, penjualan bisa sampai 1 ton per hari,” beber Ali.Ali mengaku sudah berkerja sama dengan importer khusus dari Jakarta dan Surabaya.”Jadi kalau Ramadhan dan musim haji tiba, biasanya stok barang ditingkatkan,” papar Ali.Didit, 38, penjaga salah satu toko kurma menyebut peningkatan pembelian kurma sudah terjadi sejak dua hari. Di hari biasa, bisa menjual 70 kg. Namun memasuki Ramadhan ini, penjualan meningkat hingga 100 kg per hari.”Memang tahun ini penjualannya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab dulu untuk hari biasa penjualan bisa sampai 100 kg per hari,” terang Didit.

Komentar