Tahun 2018, Penumpang BRT Trans Semarang Ditarget 10 Juta Orang

Mei 16, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, menargetkan penumpang BRT Trans Semarang mencapai 10 juta orang pada 2018. Target ini menyusul dioperasikannya BRT koridor VII (Terboyo-Woltermonginsidi-Arteri Soekarno Hatta- Pemuda) per 15 Mei 2018.Kepala Dinas Perhubungan  Kota Semarang, M Khadik, mengatakan, jumlah penumpang BRT pada 2017 mencapai 9 juta orang. Rinciannya, rata-rata 27 ribu penumpang setiap harinya. Dengan penambahan koridor ini, ditargetkan jumlah penumpang meningkat hingga 29 ribu penumpang per hari.”Koridor VII ada 15 armada yang beroperasi. Sementara jumlah keseluruhan 143 armada. Dengan jumlah ini, semoga 10 juta penumpang itu tercapai,” katanya optimistis.Perkembangan BRT Semarang, dikatakannya, cukup pesat dibandingkan daerah lainnya. Bahkan pada 2017, di bidang transportasi massa, Semarang mendapat penghargaan sebagai kota terbaik dalam upaya peningkatan jumlah kendaraan umum.”Jika sebelumnya kita belajar dari kota lain, kini banyak yang belajar tata kelola dan sistem layanan umum ke Semarang,” ujarnya. ”Ini menunjukkan bahwa angkutan umum diterima dengan baik di masyarakat,” imbuhnya.Khadik menjelaskan, sesuai revisi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) akan dioperasionalkan lagi sebanyak 5 koridor. Empat koridor di antaranya akan dioperasionalkan sebagai koridor feeder atau penghubung antara permukiman dengan shelter yang selama ini sudah ada.”Ini sedang kita siapkan. Ada koridor IX,X, XI,dan XII yang nanti akan menjadi feeder. Sementara koridor VIII  semoga tahun depan bisa diluncurkan,” terangnya saat peluncuran koridor VII di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (15/5).Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, BRT Koridor VII merupakan salah satu upaya Pemkot Semarang untuk mengatasi persoalan kemacetan. Berdasarkan survei terakhir, tingkat kemacetan di Kota Semarang bahkan lebih tinggi daripada Surabaya.

Komentar

VIDEO TERKINI