Jual Miras pun Sudah Lewat Medsos

Mei 16, 2018

SRAGEN, RAKYATJATENG – Tantangan pemberantasan peredaran minuman dan obat keras, serta narkoba semakin besar. Sebab, pelaku menjualnya bukan hanya secara manual, tapi sudah lewat media sosial (Medsos).”15 tahun lalu kita tidak dengar ada penipuan melalui Facebook, tidak ada penjualan miras online, tidak ada penjualan narkoba melalui media sosial. Namun, sekarang media sosial telah digunakan untuk itu,” beber Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman di sela pemusnahan miras dan pil koplo di mapolres setempat, Selasa (15/5).Menurut kapolres, banyak penjualan pil koplo via Facebook. Termasuk obat penggugur kandungan lengkap dengan tutorial penggunaan.”Ini sangat memprihatikan. Apakah cara yang disampaikan itu benar, jangan-jangan asal-asalan. Kalau ada risiko, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.Sebab itu, untuk mengoptimalkan razia, Polres Sragen menggandeng komunitas netizen. Di antaranya Kumpulan Wong Sragen (KWS). Mereka diminta ikut aktif mengawasi medsos dan segera melapor ke polisi jika ada hal mencurigakan.Sementara itu, pemusnahan miras dan pil koplo, lanjut Arif, merupakan wujud keseriusan Polres Sragen menjaga kondusivitas jelang Ramadan.Ikut hadir forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) dan tokoh agama. Hasil sitaan yang dimusnahkan yakni miras jenis ciu sebanyak 4.248 liter, Vodka, Whisky dan Anggur. Sedangkan obat keras terdiri dari Tramadol dan Trihexyphenidil sejumlah 32 ribu butir.”Barang-barang yang kita musnahkan ini merupakan barang bukti hasil operasi pekat (penyakit masyarakat, Red). Dengan adanya upaya ini, masyarakat yang menjalankan ibadah tidak terganggu dengan adanya pesta miras,” terang Kapolres.Memerangi miras dan pil koplo, imbuh Arif, bukan hanya dilakukan saat Ramadhan, tapi juga di hari-hari biasa. (JPC)

Komentar