Walikota Pimpin Dugderan Semarang Sambut Ramadhan

Mei 15, 2018
Belum ada gambar

Rombongan Dikawal Pasukan Berkuda Polrestabes SemarangSetelah memipin doa bersama, pria yang juga politisi PDI Perjuangan itu pun kembali melanjutkan prosesi dengan memukul bedug, sebelum kemudian dirinya ikut dalam rombongan kirab menaiki kereta kuda untuk berangkat ke Masjid Kauman Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah.Pemandangan yang menarik terlihat dalam iring-iringan rombongan kirab tersebut. Kereta kuda yang dinaiki Hendi tampak dikawal langsung oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji.Di Masjid Kauman, dirinya menerima Suhuf Halaqoh dari para alim ulama di Kota Semarang. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah ulama di Kota Semarang, seperti K.H. Hanief Isma’il, serta Ketua PCNU Kota Semarang, K.H. Muhammad Anasom.Selain itu, di sana Hendi juga membagikan kue khas Semarang yaitu Ganjel Rel dan air Khataman Al Quran. Pembagian kue dan air tersebut memiliki makna untuk warga merelakan hal yang mengganjal, serta membersihkan diri dengan meminum air Khataman Al Quran sebelum memasuki bulan Ramadhan.Selepas mengikuti proses di Masjid Kauman Semarang, Hendi beserta rombongan bertolak ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk menyerahkan Suhuf Halaqoh kepada Gubernur Jawa Tengah, yang diwakili oleh Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono. Rangkaian prosesi tersebut kemudian ditutup dengan diumumkannya kepada warga bahwa sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan.Hendi menuturkan, prosesi Kirab Dugderan yang dengan membawa Warak ini dapat juga dimaknai sebagai simbol toleransi yang kuat. “Warak sendiri kan adalah hewan mitologi Kota Semarang yang melambangkan keberagaman,” jelas Hendi.”Tadi juga rombongan kirab paling depan membawa bendera Merah Putih, ini adalah representasi kondisi Kota Semarang yang menjunjung tinggi NKRI dalam keberagaman,” tegasnya. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI