Pemkab Boyolali Uji Coba “Sikabi”, Ini Manfaatnya

Mei 15, 2018

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Bencana alam memang tidak bisa dihindari. Namun, upaya untuk percepatan penanganan dan antisipasi perlu dilakukan. Dari sini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali terus mengupayakan untuk menciptakan suatu sistem kebencanaan.Caranya dengan menggelar bimbingan teknis (Bintek) pengembangan sistem informasi kebencanaan. Bintek berlangsung di halaman BPBD Boyolali, Senin (14/5). Sekaligus pengenalan Sistem Informasi Kebencanaan Boyolali atau yang dikenal dengan Sikabi.Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama dengan sebuah universitas swasta di Salatiga. Menyediakan informasi sistem pelaporan dini bencana alam yang selalu aktif 24 jam.”Selama 24 jam sistem ini akan merekam semua laporan informasi dari relawan. Kemudian dilanjutkan dengan sirine berdering yang ada di kantor BPBD Kabupaten Boyolali,” jelas pihak penyedia aplikasi, Kristoko.Ketika sistem laporan sudah tersimpan di server, otomatis mengirim pesan ke Forkopimda dan seluruh Kepala OPD di Kabupaten Boyolali. Agar pemerintah menjadi pihak pertama yang menerima informasi secara valid. Kemudian mengambil langkah preventif penanggulangan bencana agar tidak terjadi duplikasi bantuan.”Masih tahap sosialisasi, belum menuju launching. Namun sistem ini banyak kelebihan. Salah satunya input data yang valid dan tersistematis, terkait aktivitas bencana,” jelas Kristoko.Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat menambahkan, penanganan bencana butuh sinergi dan koordinasi yang baik antarelemen. Baik itu dari dinas sosial, rumah sakit, PMI, stakeholder, dan lain sebagainya.”Mari kita hilangkan ego sektoral. Wilayah kemanusiaan tidak membedakan siapa pun. Segera bergerak dan berjuang demi kemanusiaan. Menyatu bersama tanpa ada perbedaan,” kata Said. (JPC)

Komentar