Pascateror di Surabaya, Mapolres Boyolali Dijaga Super Ketat

Mei 15, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Mapolres Boyolali memberlakukan pengamanan ketat, Senin (14/5) pagi, pascarentetan teror bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu-Senin (13-14/5).Kasat Sabhara Polres Boyolali, Edi Sukamto menginstruksikan anggotanya untuk melakukan tindakan tegas. Pengunjung yang terlihat gelagat dan barang bawaannya mencurigakan langsung diambil tindakan.Ya, pengamanan ketat diberlakukan di gerbang mapolres. Belasan polisi bersenjata lengkap terlihat bersiaga. Setiap tamu yang datang diperiksa satu per satu. Termasuk barang bawaannya.Pengendara sepeda motor dan mobil diminta berhenti di belakang pagar pembatas pintu masuk. Petugas kemudian meminta tamu turun dari kendaraanya lalu melakukan pemeriksaan menyeluruh. Petugas juga memeriksa seluruh isi mobil dengan metal detector dan mirror inspector. Selain itu, tiga anggota standby mengangkat senjata saat pemeriksaan.”Setelah itu anggota harus meminta maaf dan bilang ke pengunjung hanya menjalankan tugas,” terang Edi.Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi melalui Wakapolres, Kompol Zulfikar Iskandar menyebut pengetatan dilakukan buntut dari aksi teror bom di Surabaya.”Hanya kami lakukan penebalan pasukan. Siaga 1 sejak Minggu (13/5). Ini bukan karena situasi wilayah Boyolali tak aman. Namun untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan,” bebernya.Zulfikar menambahkan, pengamanan wilayah Kota Susu –julukan Boyolali– juga melibatkan unsur TNI dan pemerintah kabupaten (Pemkab).”Tolong bantu kami, bantu TNI, dan pemerintahan kabupaten untuk mengamankan wilayah. Tolong kepada seluruh masyarakat yang mengetahui tentang terorisme, laporkan! Segera akan kami tindaklanjuti,” terangnya.Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Sebab wilayah Boyolali dipastikan aman. Selain itu, pesan berantai terkait aksi teror bom di Surabaya tak perlu di-share terus-menerus.Hal ini, lanjut Zulfikar justru dapat membangkitkan emosi teroris. Karena teroris tak hanya melakukan peledakan di lapangan. Tim IT mereka yang bergerak dibidang media sosial juga sudah disiapkan. ”Kita harus lebih bijak menyikapi media sosial,” pungkas Zulfikar.

Komentar

VIDEO TERKINI