Membentengi Pengaruhi Medsos Lewat Literasi Digital

Mei 15, 2018
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Komisi I DPR RI melakukan diskusi publik. Mengajarkan literasi digital kepada masyarakat. Bertempat di Pendapa Hotel Galuh Klaten, Senin (14/5).Diskusi mengangkat isu pemberitaan peristiwa bom bunuh diri di Surabaya yang masif di dunia maya. Dalam diskusi, masyarakat diimbau menjadi pribadi yang melek medial. Dan tidak mudah percaya akan suatu informasi yang belum pasti kebenarannya.”Diskusi mengangkat tema Kebhinekaan Sebagai Identitas dan Kekuatan Bangsa. Penggunaan medsos di Indonesia 90 persen anak-anak muda melenial. Saya harap dapat lebih bijaksana dan sopan dalam mengaksesnya. Gunakan medsos untuk hal-hal produktif,” jelas Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, Selamatta Sembiring.Selamatta menambahkan, komunikasi yang dibangun secara intensif melalui medsos dapat disalahgunakan. Contohnya doktrin maupun brain washing. Hal ini memicu pengguna medsos bertindak di luar nalar.Kemenkominfo juga melakukan pemblokiran konten-konten yang tidak bermanfaat. Termasuk situs porno. Disusul literasi media kepada masyarakat agar tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang didapat.”Pelu ada penyaringan dan kajian terlebih dahulu. Sehingga tidak asal menyebarkan informasi. Termasuk melarang memviralkan foto-foto korban bom Surabaya karena akan memberikan dampak negatif bagi para pengguna medsos. Kami ingin membentengi pengaruhi medsos ini lewat kegiatan literasi digital,” urai Selamatta.Tenaga Ahli Ketua Komisi I DPR RI, Widodo menyebut literasi digital perlu digalakkan.”Saya melihat sisi pendampingan dalam literasi digital masih kurang. Biasanya, masyarakat awam sering acuh tak acuh dalam hal ini,” bebernya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI