Rowo Jombor Klaten Bersih dari Enceng Gondok

Mei 14, 2018

KLATEN, RAKYATJATENG – Upaya penataan Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, membuahkan hasil. Penataan tahap pertama berupa pembersihan tanaman enceng gondok rampung hanya dalam kurun dua bulan saja. Wujud rasa syukur atas keberhasilan ini, digelar tasyakuran, Minggu (13/5).Keberhasilan membersihkan eceng gondok diapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono yang terlihat berada di tengah tasyakuran.”Lewat tasyukuran ini, warga sekitar Rowo Jombor sudah berkomitmen mendukung sepenuhnya penataan. Tentunya kami akan lakukan pengembangan demi kesejahteraan rakyat. Mengedepankan pemerataan pertumbuhan perekonomian yang berkualitas,” jelas Sri Puryono.Sri Puryono secara khusus akan melakukan rapat koordinasi terkait rencana penataan Rowo Jombor. Pemprov akan melibatkan kalangan perguruan tinggi, pengusaha, dan pemerintah dalam satu forum untuk membahas konsep besar dari pengembangan Rowo Jombor itu sendiri.Pemprov juga mengapresiasi warga yang telah mendukung penataan Rowo Jombor. Tak heran, dalam rapat koordinasi nanti, warga juga akan dilibatkan. Sebab sandaran ekonomi mereka bergantung pada budidaya ikan lewat keramba serta kuliner warung apung.”Kami tidak bisa melakukan sepihak karena perlu melibatkan berbagai pihak. Apalagi rawa ini milik pemerintah pusat. Sedangkan tanahnya milik Pemprov Jawa Tengah. Karena wilayahnya di Klaten, sudah kewajiban keharusan bupatinya untuk ikut mendukung,” beber Sri Puryono.Terkait keberadaan keramba dan warung apung, perlu diberbicarakan lagi dengan para pemilik. Mengingat penataan nanti hanya akan menyisakan sekitar 10 persen saja dari total keseluruhan untuk keramba. Tapi poin utama yang menjadi pegangan, warga setuju dengan penataan tersebut.”Pengembangan Rowo Jombor ini masuk prioritas tiga besar. Maka perlu segera ditata. Saya sudah diberikan gambaran maket dari rawa ke depannya seperti apa. Setidaknya 2019 nanti sudah terlihat hasil penataan dan pengembangannya,” tandas Sri Puryono.

Komentar