Sambut Ramadhan, Santri di Sleman Pawai Naik Gerobak Sapi

Mei 13, 2018

SLEMAN, RAKYATJATENG – Sambut Ramadhan ratusan santri pondok pesantren dikirab dengan memakai gerobak sapi pada Minggu (13/5) yang dimulai di Masjid Patok Negoro Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman. Tradisi tahunan ini sekaligus untuk melestarikan pengembangan sapi lokal.Takmir Masjid Patok Negoro Plosokuning, M Kamaludin Purnomo mengatakan, acara yang dikemas dengan Songsong Ramadhan kirab 1.000 santri, ini tak hanya diikuti dari pondok pesantren di Plosokuning saja. Namun juga di sekitarnya, khususnya di Jogja bagian Utara.Diajak berkeliling kampung memakai sedikitnya 22 gerobak sapi. “Selain itu juga ada pentas musik religi untuk menyambut Ramadhan ini,” katanya, Minggu (13/5).Memakai kendaraan gerobak sapi ini juga disengaja untuk melestarikannya. Mendekatkannya kepada generasi muda agar tak ditinggalkan. “Kita punya kendaraan legendaris, ramah lingkungan. Sesuatu yang harus diberitahukan ke anak cucu kita bahwa punya angkutan itu,” tutur dia.Selain kirab gerobak sapi ini, selama Ramadhan nanti juga digelar berbagai acara religi. Kegiatan berupa tabuh bedug, pengajian, salat tarawih, maupun salat sunah lainnya.Masjid Patok Negoro Plosokuning merupakan satu di antara 4 masjid yang mempunyai sejarah terbentuknya Keraton Yogyakarta. Selain sebagai tempat ibadah, pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I silam, juga untuk benteng pertahanan.”Masjid ini masih asli struktur bangunannya. Ada pohon sawo kecik, kolam, dan kayu-kayu (bangunannya) juga tetap terjaga,” katanya.Salah satu pesertanya, Hadi Pandriyo, Dukuh dari Singosaren, Wedomartani, Ngemplak mengatakan, acara yang dikemas dengan melibatkan gerobak sapi ini otomatis sebagai penyemangat bagi para peternaknya. “Makanya diadakan acara seperti ini, untuk melestarikan sapi,” ucapnya.(JPC)

Komentar