Terdampak Merapi Batuk, Pasar Butuh Klaten Sepi

Mei 12, 2018
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Persitiwa letusan freatik Gunung Merapi, Jumat pagi (11/5) membuat roda perekonomian warga di kawasan tersebut lumpuh. Termasuk Pasar Butuh di Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Mayoritas pedagang pilih menutup lapaknya, beberapa saat pascaletusan.Saat kejadian, di pasar yang berbatasan dengan Kecamatan Cangkringan, Sleman tersebut, nampak kepanikan pedagang membereskan lapaknya. Selain itu, mayoritas pembeli yang merupakan warga sekitar pilih turun gunung ke posko evakuasi.Biasanya, aktivitas Pasar Butuh ramai hingga tengah hari. Namun baru menunjukkan pukul 09.00 WIB, suasana pasar mulai sepi. Lapak-lapak pedagang juga banyak yang kosong. Ditinggal evakuasi ke tempat aman.”Memang tadi (kemarin) asap tebal Merapi terlihat jelas sekali. Sudah banyak penduduk dari atas yang turun lewat depan pasar. Kami para pedagang ya ikut panik dan pilih tutup,” ujar Jumarni, 45, pedagang Pasar Butuh kepada Jawa Pos Radar Solo sembari membereskan dagangannya.Kepanikan warga dan pedagang bukan tanpa alasan. Mereka khawatir erupsi vulkanis Gunung Merapi yang pernah terjadi 2010 silam terulang. Sebab erupsi kala itu disertai awan panas alias wedhus gembel.”Sebenarnya baru saja menggelar dagangan, tetapi saya rapikan lagi dan pilih pulang. Ya mau gimana lagi, lha wong tidak ada yang beli,” imbuh warga Dusun Butuh, Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang tersebut.Gandung Siswanto, 55, pedagang Pasar Butuh lainnya juga ikut membereskan dagangan. Penjual peralatan dapur ini bahkan sempat menolak saat ada pembeli yang datang.”Sejak Subuh sudah menggelar dagangan. Tetapi karena ada letusan ya pilih tutup,” timpal warga Kecamatan Manisrenggo tersebut. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI