Pasca-Batuk, Pintu Pendakian Gunung Merapi Ditutup Sementara

Mei 12, 2018

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menutup sementara dengan batas waktu yang belum ditentukan paska-erupsi “freatik” mencapai 5.500 meter di atas puncak Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/5).Menurut Samsusi salah satu anggota tim SAR Barameru Desa Lencoh Selo Boyolali, pintu pendakian ke puncak Merapi melalui Desa Lencoh Boyolali untuk semnetara ditutup sementara dan tidak kegiatan pendakian dengan waktu yang belum ditentukan.”Pintu pendakian juga pasang papan bertulisan pendakian ditutup untuk sementara di Basecamp Lencoh,” kata Samsuri.Menurut dia, jumlah pendaki adan sekitar 160 orang sudah berhasil dievakuasi dan semuanya kondisi selamat. Mereka ada yang mengalami mengalami luka lecet-lecet kaki dan trauma karena peristiwa itu.”Kami mencatat ada sekitar 17 yang lecet-lecet langsung ditangani tim medis. Mereka mengalami lecet karena mereka lari tergesa-gesa saat kejadian posisi di kawasan Pasar Bubrah,” kata Samsuri.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Bambang Sinung mengatakan semua pendaki yang berada di kawasan Pasar Bubrah Gunung Merapi sudah berhasil dievakuasi seluruhnya. Total pendaki ada 160 orang semua dalam kondisi selamat.”Semua pendaki sudah turun dari Pasar Bubrah. Kondisinya selamat. Ada delapan orang pendaki yang luka ringan kemudian ditangani tim medis karena mereka lari terjatuh dan kakinya lecet.Para pendaki itu, kata dia, panik panik ketika asap tebal keluar dari puncak Gunung Merapi yang “batuk”, dan mereka kemudian berlarian, tetapi hanya luka ringan. (ant)

Komentar