Sudirman Said Ingin Wujudkan Kedaulatan Pangan di Jateng, Ini Idenya

Mei 11, 2018
Belum ada gambar

“Kuncinya adalah program terncana, pergi ke wilayah terpencil, membangun kemampuan petani, bisa mengorganisir lahannya, hal ini juga akan memberi peluang bagi mekanisasi pertanian,” jelasnya.Cara selanjutnya, kata mantan Direktur PT PINDAD ini, adalah melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi di Jateng untuk melakukan pemberdayaan pertanian dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).“Tapi bukan KKN yang sifatnya hanya membangun got, mengecat gedung, secara lebih khusus melakukan pemberdayaan oleh mahasiswa KKN kepada para petani,” tandasnya.Terakhir, kata Sudirman, cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kedaulatan pangan adalah melakukan gerakan beli dan bela Jateng.“Gerakan ini mengadopsi gerakan di Kabupaten Kulonprogo, yang dicanangkan Bupati Hasto Wardoyo, dimana disana para ASN diwajibkan membeli dari petani setempat, dianjutkan pakai batik bikinan perajin setempat. Saya kira ini bisa dilakukan di Jateng, beli Jateng dan bela Jateng, dibarengi dengan pengorganisasian yang baik, saya kira bisa dilakukan,” pungkasnya.Perlu diketahui, SPPQT adalah komunitas pertanian mandiri yang sukses membangun kemandirian bagi paguyuban petani di seluruh Jateng yang tergabung di dalamnya.Salah satunya adalah program pembuatan bibit dan aktif menggelar diskusi-diskusi pertanian.SPPQT kini memiliki 55 Paguyuban Petani dan 44 Calon Paguyuban Petani.Anggota SPPQT tersebar di seluruh Jateng, seperti di Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Sragen. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI