Sadranan di Boyolali Sekaligus Promosi Wisata

Mei 9, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Dukuh Dangean, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo juga menggelar tradisi sadranan, Selasa (8/5). Sama seperti desa lainnya, sadranan ini untuk mendoakan arwah para leluhur jelang bulan puasa Ramadan. Bedanya, momentum sadranan ini juga dimanfaatkan warga sekitar untuk mempromosikan potensi wisata kawasan sekitar.Sadranan diawali kirab tenong yang berisi aneka kuliner. Ada nasi lengkap dengan lauk ayam, dan aneka jajanan pasar. Kirab diawali dari simpang tiga Dukuh Dangean menuju ke makam sejauh sekitar 1 km.Sampai di makam, kemudian digelar doa bersama. Usai doa, tenongan dibuka dan dimakan bersama. Pengunjung yang tidak membawa tenongan pun juga bisa menyantap hidangan tersebut.Suparno, 52, tokoh masyarakat Dukuh Dangean menyebut sadranan ini sekaligus jadi ajang promosi wisata.”Acara sadranan di Dukuh Dangean memang unik karena dikemas untuk menggaungkan desa wisata di sini,” bebernya.Dijelaskannya, potensi wisata di Dukuh Dangean, yakni Candi Lawang. Selain itu, potensi wisata lainnya yakni peternakan sapi perah. Pengunjung yang datang diajak merasakan sensasi memerah susu.”Pengunjung juga bisa melihat cara bercocok tanam sayuran,” ujar Suparno.Dyah Ayu Ramadhani, 20, wisatawan asal Solo mengaku tertarik mengikuti prosesi sadranan di Dukuh Dangean. Dia tertarik dengan kirab yang dijejali atraksi tari Topeng Ireng.”Bagus sekali, masih ada sekelompok masyarakat yang dilestarikan tradisi leluhur,” ungkapnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI