Kasus Stunting di Grobogan Tinggi, Yuk Cegah dengan Pola Hidup Sehat

Mei 9, 2018

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso bersama Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Surakarta mengajak masyarakat Desa Mojorebo, Wirosari, menggalakkan gerakan masyarakat sehat (Germas) di balai desa kemarin.Assisten II Setda Grobogan Ahmadi Widodo menjelaskan, kasus stunting (anak kerdil) di Kabupaten Grobogan terbilang cukup tinggi. Penyebab utamanya merupakan perilaku individu, seperti pola hidup yang kurang sehat.Melalui germas diharapkan mampu menurunkan jumlah penyakit menular dan tak menular di Grobogan. ”Penyakit menular di Grobogan mengalami penurunan dari 50 persen menjadi 30 persen. Namun, penyakit tak menular meningkat dari 37 persen menjadi 57 persen. Padahal penyakit tak menular dapat dicegah melalui pola hidup sehat,” ujarnya.Dengan germas ini, Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso ingin mengajak gerakan lima pilar. Meliputi olahraga 30 menit per hari, konsumsi buah dan sayur, mengecek kesehatan secara berkala selama enam bulan sekali, asi ekslusif, serta tak mengonsumsi alkohol dan tidak merokok.Selama acara tersebut berlangsung, diadakan makan buah selama empat menit hingga senam bersama. ”Jika rutin dilakukan, akan menurunkan kasus penyakit menular dan tak menular,” papar pria yang kerap disapa Mbah Roso ini.Terpisah, Pembantu Direktur II Poltekkes Surakarta Sudiro menambahkan, para pegawai dan dosen melakukan pengabdian masyarakat di Desa Mojoagung. Lokasi itu dipilih karena rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Grobogan.”Sosialisasi ini dimaksud agar masyarakat mendeteksi sejak dini segala penyakit. Sekaligus upaya pencegahan stunting. Kami membuka cek kesehatan, terlebih bagi para perempuan hamil agar kasus ini (stunting, Red) bisa ditekan,” imbuhnya. (JPC)

Komentar