Gerakan Pertanian Ramah Lingkungan, Ini yang Dilakukan Pemkab Temanggung

Mei 9, 2018

TEMANGGUNG, RAKYATJATENG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan gerakan pertanian ramah lingkungan untuk kelestarian lahan pertanian dari pencemaran bahan kimia.Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi, mengatakan mulai tahun ini telah mencanangkan gerakan pertanian ramah lingkungan.Ia menuturkan untuk menuju kawasan pertanian ramah lingkungan dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain sekolah lapang pertanian, bimbingan teknis tematik, dan sosialisasi.”Program ini setengah dikondisikan, kalau dipaksa tidak bisa karena sudah bertahun-tahun petani terbiasa menggunakan pupuk dan pestisida kimia,” katanya, Rabu (9/5).Ia menuturkan pelan-pelan petani diarahkan untuk menggunakan pupuk berimbang dengan semakin banyak menggunakan pupuk organik.”Kalau penggunaan pestisida kimia kalau belum bisa meninggalkannya, tolong aturan pakainya diperhatikan betul, jangan berlebihan dan saat menyemprot harus pakai masker, karena pestisida ini sebenarnya racun,” katanya.Ia mengatakan nanti pelan-pelan petani diajari membuat pestisida nabati dan diharapkan mereka tidak tergantung pada bahan kimia.Ia mengatakan penggunaan bahan kimia terus menerus akan mengganggu kesuburan tanah.Pertanian ramah lingkungan secara umum sebagai usaha pertanian yang bertujuan untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan, baik secara fisik, kimia, biologi, maupun ekologi.Aspek keberlanjutan sistem produksi merupakan salah satu ciri pertanian ramah lingkungan.Ia menyebutkan kriteria pertanian ramah lingkungan, antara lain terpeliharanya keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekologis biota pada permukaan dan lapisan olah tanah, terpeliharanya kualitas sumber daya pertanian dari segi fisik, hidrologis, kimiawi, dan biologi mikrobial.Kemudian bebas cemaran residu kimia, limbah organik, dan anorganik yang berbahaya atau mengganggu proses hidup tanaman, dan terlestarikannya keanekaragaman genetik tanaman budi daya. (ant)

Komentar