Dump Truk Dilarang Melintas, Pengusaha Galian C Mengaku Rugi

Mei 9, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Para pengusaha tambang galian C di Kecamatan Kaliwungu Selatan mulai mengeluh. Pasalnya sudah 20 hari ini tidak bisa beroperasi lantaran jalan Kaliwungu-Boja tidak boleh dilintasi dump truk pengangkut galian C.Larangan dump truk melintas itu kebijakan Bupati Kendal, Mirna Annisa lantaran banyaknya keluhan dari masyarakat terkait jalan yang rusak parah. Yakni kondisinya berlubang, berdebu dan macet.“Kami sudah 20 hari tidak ada pemasukan dan merugi. Sebab kami tidak bisa beroperasi, karena dump truk dilarang melintas,” keluh Pengusaha Galian C Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan Jumarno.Diakuinya, larangan melintas itu akibat kerusakan jalan yang dilintas dump truk pengangkut galian C belum diperbaiki. “Kami menyadari hal itu, makanya kami juga menunggu dari PT Waskita Karya dan PT Kawasan Industri Kendal (KIK) untuk memperbaiki jalan,” tuturnya.Seperti diketahui, kebijakan larangan dump truk melintas berlaku sampai adanya komitmen dari PT Waskita Karya dan PT KIK untuk memperbaiki jalan. Dua perusahaan tersebut dinilainya menjadi penyumbang terbesar dari kerusakan Jalan Kaliwungu-Boja. Sebab selama beberapa tahun terakhir ini, dua perusahaan tersebut banyak menggunakan hasil tambang untuk melakukan pengurukan.PT Waskita Karya diketahui banyak menggunakan tanah dan batu untuk menguruk lahan proyek Tol Semarang-Batang. Sedangkan PT KIK menggunakan untuk menguruk pembangunan kawasan industri di Kaliwungu seluas 2.000 hektar.“Tidak boleh ada dump truk melintas. Sampai PT KIK dan PT Waskita Karya, memperbaiki jalan. Karena kasihan warga saya, setiap harus menghadapi jalan rusak, berdebu dan dan macet akibat dump truk,” kata Mirna.Jalan rusak yang menghubungkan kecamatan Kaliwungu dengan Kecamatan Boja yakni di Desa Protomulyo saat ini sedang dalam perbaikan. Tampak sebagian jalan Protomulyo itu sudah dibeton menggunakan cor semen.

Komentar

VIDEO TERKINI