Survei Elektabilitas, Gus Ipul-Puti Unggul

Mei 8, 2018
Belum ada gambar

SURABAYA, RAKYATJATENG – Elektabilitas ketokohan pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor urut 2 Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Jatim) ternyata masih unggul dalam beberapa survei. Hal itu diketahui berdasarkan hasil survey yang dilakukan Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Malang.Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas pasangan Gus Ipul – Puti lebih unggul dibanding pasangan nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak.Dari survei yang dilakukan pada 835 responden tersebut, Gus Ipul – Puti unggul dari sisi elektabilitas tokoh dengan prosentase 47,9 persen. Sedangkan pasangan Khofifah – Emil Dardak memiliki prosentase 41,2 persen. Sementara untuk survei berdasarkan elektabilitas program, pasangan Gus Ipul – Puti hanya unggul tipis, yakni sebesar 45,54 persen. Sementara pasangan Khofifah – Emil mendapat hasil 43,83 persen.Sekretaris LKP3 Andi Kurniawan mengatakan, hasil survey terkait elektabilitas tokoh dan program tersebut menunjukkan, jika sosok ketokohan Gus Ipul – Puti masih unggul dibandingkan Khofifah – Emil. Meskipun jika dilihat dari sisi program, elektabilitas kedua pasangan hampir sama.”Melihat data yang kami temukan di lapangan, elektabilitas tokoh ini masih cukup ekstrim. Artinya, pemilih ketika menilai programnya bagus, belum tentu memilih tokohnya. Karena berbeda antara elektabilitas program dan tokoh,” kata Andi, Selasa (8/5).Menurutnya, beberapa responden maupun pemilih di wilayah Jawa Timur, sebagian besar diantaranya masih mengedepankan sifat emosional dari pada rasional. Hal itu terlihat dari hasil prosentase elektabilitas ketokohan antara kedua paslon yang terpaut cukup jauh.“Dari hasil survey kami, untuk pasangan nomor urut 1 unggul elektabilitas di daerah Mataraman Pesisir dan Madura. Sedangkan pasangan nomor urut 2 unggul di daerah Mataraman, Tapal Kuda, dan Arek. Survey kami dilakukan secara acak atau random, tanpa mengetahui basis massa masing-masing calon di suatu daerah,” papar Andi.

Komentar

VIDEO TERKINI