Puluhan Gua Bersejarah di Bandung Barat Terancam Hancur

Mei 8, 2018
Belum ada gambar

BANDUNG BARAT, RAKYATJATENG – Sebanyak 30 gua bersejarah di kawasan karst Citatah, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat terancam hancur. Penyebabnya lantaran penambangan yang kian masif dilakukan pengusaha.Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat lebih serius dalam menjaga aset budaya bangsa.Peneliti Utama di Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri mengatakan, di kawasan karst di Cipatat terdapat sekitar 30 titik gua. Termasuk 10 titik yang berada di Pasir Pawon.Berbeda dengan gua-gua di Pasir Pawon yang relatif masih utuh karena berada di kawasan lindung, gua yang lain terancam rusak oleh penambangan.”Gua yang di Gunung Tanjung itu sudah rusak oleh ledakan buat penambangan. Tahun 2009 saya ke Gunung Tanjung masih menemukan kerangka, tapi guanya sudah tidak ada. Waktu itu saya temukan lima serpihan tulang kaki dan paha manusia prasejarah,” kata Lutfi di sela kegiatan ekskavasi di Gua Pawon, Desa Gunungmasigit, Cipatat, Senin (7/5), dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup).Menurut dia, pelestarian gua atau penelitian arkeologi di Cipatat harus berpacu dengan kegiatan penambangan.Penemuan gua di Cipatat, lanjut dia, dapat dilaporkan oleh masyarakat kepada pemerintah daerah. Dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB. Dengan demikian, dapat dilakukan penelitian terhadap gua tersebut.”Paling tidak, kami dapatkan datanya dulu, sebelum kerusakan itu terjadi. Di dalam undang-undang mengenai pertambangan, sebetulnya sudah ada aturannya,” jelas dia.”Kalau ada gua yang punya nilai arkeologis, otomatis itu harus sudah dilindungi, enggak boleh ditambang. Jadi, penegakan hukum juga harus menjadi perhatian,” lanjutnya.Dari sekitar 30 titik gua di Cipatat itu, Lutfi mengaku tidak hafal berapa banyak gua yang sudah hancur.

Komentar

VIDEO TERKINI