Pengiriman BBM ke Karimunjawa Lewat Jepara Gunakan KMP Siginjai

Mei 8, 2018
Belum ada gambar

JEPARA, RAKYATJATENG – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, mulai teratasi. Pada Minggu (6/5) siang, ada pengiriman BBM ke wilayah terluar dari Kabupaten Jepara tersebut.Tak sebagaimana biasanya, kali ini pengiriman BBM dilakukan dari Jepara. mobil pengangkut BBM tersebut menyeberang ke Karimunjawa dengan KMP Siginjau yang menyeberang dari Jepara menuju Karimunjawa Minggu pagi.Camat Karimunjawa S Karnanejeng R mengatakan, pada Minggu (6/5) ada pengiriman BBM ke wilayah Karimunjawa. BBM tersebut dikirim dengan KMP Siginjai. Pada pengiriman tersebut, muatan yang dibawa yakni Pertalite 56 KL dan Biosolar 24 KL.Karnanejeng menyampaikan, kapal sandar di Pelabuhan Karimun sekitar pukul 09.10 WIB. ”Minggu pukul 14.00 WIB pelayanan di SPBU sudah dibuka kembali,” katanya.Mengenai pendistribusian kali ini, Karnanejeng menuturkan, dilakukan lewat Jepara. Tidak sebagaimana biasanya yang dikirim langsung dari Semarang menggunakan kapal tanker. ”Pendistribusian merupakan kewenangan Pertamina. Jadi mereka yang menetapkan jasa pengangkutannya,” jelasnya.Dengan jumlah BBM yang dikirim Minggu kemarin, Karnanejeng mengatakan, diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM di Karimunjawa selama dua hingga tiga pekan sampai ada pengiriman BBM lagi. ”Harapannya bisa cukup untuk dua hingga tiga pekan,” imbuhnya.Salah satu warga Desa Karimunjawa, Udin mengatakan, kemarin warga bisa memperoleh BBM kembali. Meski begitu, kekhawatiran akan kelangkaan BBM masih ada. ”Biasanya setelah pengiriman juga cepat habis lagi,” tuturnya.Kelangkaan BBM di wilayah Karimunjawa beberapa kali terjadi. Sejak awal tahun lalu sedikitnya sudah tiga kali terjadi kelangkaan. Yang paling parah, terjadi pada akhir Januari lalu. Akibat kelangkaan BBM itu, aktivitas masyarakat terganggu. Para pelajar juga sempat kesulitan berangkat dan pulang sekolah sehingga terpaksa diangkut dengan truk secara masal. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI