Dulu Ditertawai, Kini Sukses Budidayakan Jamur Tiram Putih Beromzet Puluhan Juta Sebulan

Mei 8, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Dulu di Desa Urut Sewu, Ampel, Boyolali, banyak dijumpai limbah gergajian kayu alias grajen yang dibuang percuma. Ini mendorong Kepala Desa (Kades) Urut Sewu, Sri Haryanto untuk memanfaatkannya. Dijadikan media budidaya jamur tiram putih.Usaha budidaya jamur tiram putih digeluti Sri Haryanto sejak 2006 silam. Berawal dari keprihatinannya melihat limbah grajen yang terbuang sia-sia di lingkungannya. Dia pun mencari solusi, bagaimana caranya memanfaatkan limbah tersebut. Lalu terbesit ide budidaya jamur tiram putih.”Dulu saya masih bekerja sebagai karyawan pabrik. Saat ide budidaya jamur saya sampaikan, malah warga menertawai saya. Meremehkan dan bilang saya tidak akan berhasil,” ujar Sri Haryanto di kediamannya, Senin (7/5).Sikap para tetangganya ini tidak ditanggapi serius oleh Sri Haryanto. Dia sadar, grajen sering dipakai warga sekitar hanya untuk bahan bakar memasak di tungku. Lalu, grajen itu dimasukkannya ke dalam kantong plastik putih. Dicampur bekatul dan tetes tebu.Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Berkat kegigihannya, Sri Haryanto berhasil membudidaya jamur dari grajen. Setelah 35 hari, dia sudah memanen jamur dari grajen.”Awalnya dulu sehari hanya dapat 125 kantong saja. Kira-kira sekitar 10 kilogram jamur tiram putih basah,” beber Sri.Seiring berjalannya waktu, usahanya kian berkembang. Saking banyaknya kebutuhan, limbah grajen di wilayah Ampel bahkan tidak mencukupi lagi untuk usahanya. Alhasil Sri harus mendatangkan grajen dari wilayah Salatiga.”Sekarang sehari bisa 1.000-2.000 kumbung (media tanam) jamur yang dihasilkan. Kira-kira sekitar dua kuintal. Harga per kg Rp 10 ribu. Tinggal dikalikan saja,” jelas Sri yang omzetnya tiap bulan tembus sekitar Rp 60 juta.Untuk pemasaran, jamur tiram putih dijual ke beberapa kota besar. Seperti Solo, Jogjakarta, dan Semarang. Sri juga tak lupa membedayakan masyarakat sekitar. Bahkan kini, makin banyak warga yang mengekor usahanya tersebut.

Komentar

VIDEO TERKINI