Berang Saat Sidak di IPA PDAM, Walikota Semarang: Laporan Masyarakat Harus Diperhatikan

Mei 8, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, melakukan sidak  di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Genuk, milik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Senin (7/5).Hendi — sapaan akrab Hendrar Prihadi –, sempat berang melihat kinerja perusahaan daerah tersebut yang dinilainya kurang tanggap dengan komplain pelanggan.”La kok baru nanti? Ini sudah 2 minggu bos! Kok baru nanti?” tanya Hendi.Dirinya geram saat jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang tidak dapat menjawab pertanyaannya tentang berapa jumlah komplain yang masuk selama dua minggu terakhir.Emosinya semakin naik kala jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang justru mengaku baru akan merekap laporan-laporan pada hari itu.”Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama Pak Direktur Utama dan Direktur Tekhnik, dicek benar atau nggak laporan-laporan itu,” tegas Walikota Semarang.”Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekadar jawab akan ditindaklanjuti. Masyarakat nggak butuh itu,” lanjutnya dengan nada yang tetap meninggi.”Ini aliran air sekarang digilir atau mati?” tanya Hendi kepada salah satu operator mesih distribusi air di IPA Kudu.”Panjenengan (kamu) tidak menjawab pertanyaan saya, ini digilir atau mati,” tanyanya berulang.”Digilir pak, tapi debit air tidak cukup,” jawab operator mesin tersebut.”Berarti mati?” tanya Walikota Hendi yang kemudian tidak mampu dijawab kembali oleh operator.Dalam sidaknya ke salah satu instalasi pengolahan air PDAM Tirta Moedal Kota Semarang tersebut, Hendi juga meminta jajaran PDAM bergerak cepat untuk mencari pasokan air dari daerah sekitar bila debit air tidak mencukupi.”Saya minta mulai hari ini upayakan air dari Dombo, Sayung, di Kabupaten Demak untuk bisa masuk ke instalasi Kudu ini,” perintahnya.“Kalau untuk mengaliri air di wilayah Timur kita butuh pasokan 900 sampai 1.200 liter air per detik, dan sekarang kondisinya hanya ada sekitar 600 liter per detik, usahakan 300 liter air per detik bisa masuk dari Dombo,” tegasnya.Hendi pun mengharapkan agar jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dapat lebih responsif untuk menangani permasalahan yang sedang terjadi.”Kita tahu saat ini debit air berkurang karena instalasi Kedung Ombo menuju Kudu sedang diperbaiki pemerintah pusat untuk meningkatkan suplai air menjadi 1.800 liter per detik, dan seharusnya kita sudah mengantisipasi ini dari awal,” katanya.”Dan kita tahu bahwa proses perbaikan itu baru selesai pada tahun 2019, jadi harus ada alternatif upaya yang dilakukan, seperti mengambil pasokan dari Dombo,” pungkasnya.Di tempat yang sama, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan mengatakan, selain mengupayakan pasokan air dari Dombo, juga sedang melakukan pengerukan sedimen yang dapat menghambat pasokan air ke Kudu.”Jadi sesuai arahan pak Wali tadi, akan ada dua upaya kami. Yang pertama memompa aliran air dari Dombo dengan kapasitas pompa 300 liter per detik, serta melakukan pengerukan sedimen di saluran air baku Kudu untuk memperepat air sampai ke intake,” jelasnya. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI