Latih Prajurit, Kodim Gelar Gladi Posko I

Mei 7, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Bagi seorang prajurit, latihan merupakan suatu kesejahteraan yang utama untuk menunjang tugas sehari-hari maupun dalam tugas operasi. Latihan yang bertahap, bertingkat dan berlanjut merupakan cara agar prajurit memiliki kemampuan olah keprajuritan dalam mendukung tugas pokok.Oleh karenanya, memasuki Triwulan II pada program kerja tahun 2018, Kodim 0733 BS/Semarang menggelar Gladi Posko I.Latihan yang direncanakan selama tiga hari mulai 7 hingga 9 Mei 2018 ini dimaksudkan untuk melatih dan mengejawantahkan hubungan komandan dan staf dalam merencanakan operasi, melaksanakan olah yudha, menyelenggarakan komando pengendalian operasi serta mengimplementasikan prosedur dan tata kerja yang berlaku di suatu pos komando.Latihan yang mengusung tema “Kodim 0733 BS/Semarang bersama seluruh komponen bangsa, membantu pemerintah daerah dalam nenanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan di wilayah Kota Semarang dalam rangka OMSP” ini, diikuti oleh Dandim 0733 BS/Smg Kolonel Inf M Taufiq Zega, Kasdim dan seluruh staf jajaran.Dandim 0733 BS/Smg Kolonel Inf M Taufiq Zega mengatakan, bahwa latihan Gladi Posko I selain merupakan proses latihan yang bertahap, bertingkat dan berlanjut juga merupakan pelaksanaan program kerja tahunan.”Selain itu, latihan ini juga untuk memproyeksikan kemampuan kesatuan dalam memenuhi tuntutan tugas, utamanya dalam mengatasi permasalahan terjadinya bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan,” katanya, Senin (7/5).Menurutnya, Semarang merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana. Latihan ini penting dilakukan, mulai dari komandan hingga staf agar mampu melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya.”Dengan berpedoman pada pengalaman latihan sebelumnya serta berbekal pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki, diharapkan pelaksanaan gladi posko mampu memantapkan tugas-tugas yang didapatkan dengan cepat dan tepat, sehingga tidak berkembang menjadi kerawanan atau gejolak sosial yang mempengaruhi stabilitas keamanan dan menghambat pembangunan di daerah,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI