Ketua HIPMI Jateng: Mencetak Pengusaha Muda dari Desa

Mei 6, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG -Masih tingginya angka kemiskinan di Jawa Tengah menjadi keprihatinan banyak kalangan. Tak terkecuali Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah Ferry Firmawan. Apalagi, fakta di lapangan menyebutkan kemiskinan banyak didominasi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan. Padahal, dari 35 kabupaten/kota di Jateng hampir sebagian besar masyarakatnya tinggal di desa-desa dan jauh dari pusat perkotaan.Badan Pusat Statsistik Provinsi Jawa Tengah mencatat, sampai September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Jawa Tengah mencapai 4,20 juta orang (12,23 persen). Dari jumlah tersebut ternyata 40 persen diantaranya merupakan masyarakat yang ada di pedesaan dan berprofesi sebagai petani. Kondisi tersebut jelas sangat miris, apalagi Jateng merupakan dalah satu daerah penyokong pangan nasional. “Ini masalah serius yang masih belum rampung. Kami juga ingin terlibat langsung untuk membantu menyelesaikannya,” kata Ferry Firmawan.Banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka kemiskinan di Jateng terutama yang ada di pedesaan. Diantaranya pemuda desa yang mulai enggan untuk tinggal di desa dan memilih hijrah ke perkotaan. Karena mereka menganggap jika hidup di desa sulit maju dan tidak menjanjikan.Sebagai Ketua Hipmi iapun ingin mengubah pola pikir atau mindset generasi muda yang ada di desa-desa. Bahwa untuk sukses tidak harus pindah ke perkotaan, tetapi di desa siapapun bisa meraih sukses. Ia terus mensosialisasikan pentingnya ekonomi pedesaan di Jateng. Bahkan, sekarang sudah ratusan pengusaha-pengusaha muda yang berhasil dicetak dan tetap bertahan di desa. “Setiap desa di Jateng memiliki potensi dan keunikan sendiri. Jika itu digarap, saya yakin akan meningkatken ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI