Memprihatinkan! Siswa Ini Belajar di “Kandang Kambing”

Mei 2, 2018
Belum ada gambar

LOMBOK, RAKYATJATENG – Potret pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tampaknya masih membutuhkan perhatian serius. Terutama soal fasilitas serta sarana dan prasarana. Pasalnya, masih banyak tempat pendidikan tak layak ditempati para pelajar di daerah itu.Salah satu potret yang bisa dijepret Radar Lombok (Jawa Pos Group) adalah di Dusun Lendang Gagak, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Puluhan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA belajar bersama di sebuah gubuk reyot mirip kandang bembek (kambing). Kondisinya sungguh memprihatinkan. Rata-rata, siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah ini adalah siswa miskin.Bagaimana tidak, kondisnya bangunanya sangat memprihatinkan. Atapnya asbes, dindingnya bedek (anyaman bambu) seadanya, serta berlantaikan tanah. Sudah barang pasti kondisi ini tidak akan membuat proses belajar berjalan nyaman. Karena di era modern, serba canggih, maju, dan sejahtera seperti sekarang ini, masih ada masyarakat yang belum ‘merdeka’.Itulah kondisi bangunan sekolah swasta Yayasan Al-Furqon NW Bayan. Sekolah ini baru berumur setahun ini. Tepatnya berdiri sejak 2017 lalu. “Kami ini termasuk angkatan tahun pertama di sekolah di sini. Kami belajar di sini karena kami ini orang-orang yang tidak mampu (miskin) untuk sekolah di sekolah mewah (negeri),” ungkat Simanto, salah satu siswa SMA.Ketidakmampuan mengakses pendidikan ke sekolah mewah lantaran jarak sekolah dengan rumahnya jauh. Ia harus menggunakan sepeda motor, membayar uang pendaftaran, membeli seragam sekolah, belum lagi persiapan membeli buku, dan keperluan sekolah lainnya. Begitu besar biaya sekolah yang harus dikeluarkan membuat orang tuanya tidak sanggup menanggung beban biaya sekolahnya. “Kalau kami sekolah di sini semua serba gratis, termasuk juga uang pendaftaran, bahkan pakaian kami diberikan,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI