Mahasiswa Undip Kampanyekan Pencegahan Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Mei 2, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang menyelenggarakan mengkampanyekan pencegahan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dengan judul kegiatan “Badanku Masa Depanku” di kawasan Car Free Day Simpang Lima, Minggu (29/4) lalu, mulai pukul 7 pagi hingga pukul 9.Menurut Dhiva Gustav selaku ketua kampanye, kegiatan ini bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkaitan seperti DP3AKB dan PPT Seruni. “Tujuannya untuk memberi kesadaran kepada masyarakat khususnya orang tua jika pelecehan seksual terhadap anak bisa terjadi di sekitar mereka atau bahkan bisa saja anak mereka yang menjadi korban,” ujar Dhiva, Rabu (2/5).Kegiatan yang memiliki tagline #jangantakutbilang ini memiliki beberapa rangkaian acara seperti menghadirkan Ninik sebagai konsultan dari Seruni. Jadi, peserta bisa berkonsultasi mengenai masalah yang terjadi berkaitan dengan pelecehan seksual terhadap anak.Selain itu, ada juga pembagian buku saku kepada anak dan orang tua yang berisi pengetahuan mengenai pelecehan seksual, aksi tanda tangan sebagai tanda berpartisipasi mencegah pelecehan seksual terhadap anak, dan sebagainya.Untuk menarik perhatian anak-anak, kegiatan ini menjadikan balon sebagai ikon yang digunakan dalam kampanye.”Saya berharap dengan diadakanya kegiatan kampanye pencegahan pelecehan seksual ini, pengetahuan anak-anak bisa bertambah mengenai pendidikan seksual sejak dini,” ujar Dhiva Gustav.Para mahasiswa ini menyadari bahwa kurangnya keberanian anak untuk mengatakan kepada orang tua mereka jika terjadi sebuah pelecehan seksual terhadap dirinya.Selain itu, anak-anak bahkan orang tua juga belum sepenuhnya mengetahui apa saja hal-hal yang disebut sebagai sebuah pelecehan seksual. “Sehingga terkadang ada yang masih dianggap sebagai hal wajar,” tuturnya.Untuk itu, katanya, kampanye ini lebih menekankan kepada seruan untuk berani bilang kepada orang tua mengenai hal-hal yang telah terjadi di lingkungan anak-anak. (sen/yon)

Komentar