Kejati Siap Dampingi Pengelolaan Dana Desa di Jawa Tengah

Mei 2, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang siap melakukan pendampingan terhadap pengelolaan dana desa di 35 kota/kabupaten di Jateng. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya penyelewengan dalam pengelolaan dana desa. Pasalnya, dana desa menjadi salah satu kegiatan pembangunan yang paling rawan untuk disalahgunakan.Kepala Kejati Jateng, Sadiman menuturkan bahwa pendampingan dalam pengelolaan dana desa memang perlu dilakukan. Mengingat, dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah jumlahnya cukup besar.”Soal dana desa ini kami siap jika diminta untuk melakukan pendampingan dalam pengelolaan, tujuannya agar dalam pengelolaan tidak terjadi penyelewengan,” ungkapnya di sela-sela peresmian kantin kejujuran di SMA Negeri 6 Surakarta, Rabu (2/5).Sadiman juga mengatakan, untuk pendampingan ini pihaknya sudah menginstruksikan kepada setiap kejaksaan yang ada di Jateng untuk ikut mengawasi pengelolaan dana desa. Jika ditemukan ada indikasi penyelewengan untuk segera dilakukan penindakan.Penyelewengan yang terjadi dalam pengelolaan dana desa bisa dilakukan secara sengaja dan juga tidak sengaja. “Kalau yang sengaja akan menyelewengkan itu biasanya tidak mau kami dampingi. Tetapi kalau yang tidak ada niat untuk menyelewengkannya pasti akan meminta untuk memberikan pendampingan,” katanya.Selain itu, Sadiman menambahkan, ketidaksesuaian pengelolaan dana desa juga bisa disebabkan minimnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) perangkat desa.Kondisi tersebut membuat pengelolaan dana desa tidak maksimal dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kesalahan dalam pengelolaannya.”Jadi SDM perangkat desa juga berpengaruh, karena untuk pengelolaan dana desa juga dibutuhkan SDM yang bagus,” ucapnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI