Jumanto, Perajin Alat Permainan Edukatif dari Klaten

Mei 2, 2018

KLATEN, RAKYATJATENG – Awalnya, Jumanto (56), hanya pedagang bakso keliling. Namun demi mengubah ekonomi keluarga, dia memutuskan jadi perajin alat permainan edukatif (APE). Kebetulan, banyak tetangganya di Dusun Kuden, Desa Jetis Wetan, Kecamatan Pedan, Klaten, Jawa Tengah, yang menekuni profesi serupa.Jumanto menekuni industri rumahan pembuatan alat permainan edukatif sejak 1995. Saat itu dia baru lima tahun mengarungi biduk rumah tangga. Dari awalnya berjualan bakso keliling, dia banting setir jadi perajin APE.”Saat keliling menjajakan bakso, saya sering melihat tetangga sibuk membuat mainan dari kayu. Dari situ ada rasa ketertarikan untuk menggelutinya. Lalu saya belajar otodidak. Hingga akhirnya saya bisa membuat sendiri dan berhenti jualan bakso,” kata Jumanto saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kediamannya, pekan lalu.Berbekal belajar otodidak itulah, Jumanto mulai fokus pada pembuatan 15 jenis APE. Hanya saja, dirinya memiliki spesialis membuat pasak warna. Sebab mainan jenis ini paling laris dipesan sejumlah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di berbagai wilayah di Jawa Tengah.Permainan pasak dibuat dengan warna dan bentuk menarik. Agar si anak mudah dan tertarik menyusunnya. Permainan ini diklaim dapat mengembangkan daya pikir dan motorik si anak.”Dijamin seluruh mainan buatan ini aman digunakan untuk anak-anak. Bahannya dari kayu pohon kenanga dengan pewarnaan cat air. Tanpa penambahan zat kimia sedikit pun dalam mainan yang saya produksi,” beber Jumanto.Saat ini pemesanan APE masih landai, bahkan cenderung sepi. Namun Jumanto tetap memproduksi pasak warna. Karena biasanya pesanan ramai ketika mendekati tahun ajaran baru. Banyak PAUD dan TK yang antre memesan APE kepadanya.

Komentar