Hariyanto Menyulap Limbah Kayu Jadi Miniatur Menara Kudus, Dipasarkan Hingga Luar Kota

Mei 2, 2018

KUDUS, RAKYATJATENG – Hariyanto (45) terlihat sibuk saat ditemui di ruang kerjanya di Desa Bacin, RT 8, RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Tangan terampilnya sedang menyelesaikan bagian atap miniatur Menara Kudus.Lantas, dia memasangnya pada bagian atas miniatur dengan lebih dulu mengoleskan lem, kemudian menempelkannya. Hati-hati, teliti, dan cekatan, menjadi modal penting merangkai kerajinan miniatur.Sayup-sayup suara musik yang tak begitu merdu, mengalun dari ruang simpan kayu limbah. Ada sekitar puluhan kayu limbah berbentuk papan yang menunggu giliran untuk diolah. Sejumlah alat kerja macam mesin pengampelas, dan beberapa mesin lain terlihat masih kotor. Pertanda mesin usai dipakai si empunya.”Begini buat miniatur Menara Kudus. Harus diolah semua bahannya. Kemudian direkatkan satu sama lain antarpotongannya. Lantas, ditempelkan satu persatu. Kuat rekatnya. Saya sudah uji itu,” beber Hariyanto, Selasa (1/5).Pria yang akrab dipanggil Pak Cilik melanjutkan, kekuatan miniatur Menara hasil kerajinannya juga makin teruji karena bahan mentah yang dipakai. Pak Cilik memakai bahan mentah kayu limbah jenis jati dan mahoni. Jika tidak pakai kedua jenis kayu itu, maka kerajinannya mudah retak.Kayu limbah sendiri memang dipakainya untuk membuat miniatur tersebut. Sebab dia prihatin jika kayu limbah tak dimanfaatkan, akan sayang. Maka ide pemanfaatan kayu limbah pun terbersit saat melihat banyak kayu limbah kurang termaanfaatkan di beberapa tempat di desanya. Seperti halnya di satu pabrik tahu di desanya.Mulanya, pria dengan dua anak ini berpikir, hendak diapakan kayu limbah itu. Tiba-tiba gagasannya muncul yaitu membuat kerajinan miniatur dan rumah adat Kudus. Maka proses coba-coba dilakukan. Seingatnya itu mulai ditekuni sejak 2010. Setelah melewati proses percobaan, Hariyanto berhasil.

Komentar