Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Waduk Gajahmungkur, Inilah Lima Solusi dari Ganjar

Mei 1, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG –Cagub Jateng, Ganjar Pranowo mencoba memberikan lima skema agar nelayan waduk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Pasalnya, belakangan ini dia dicurhati nelayan Waduk Gajahmungkur yang hanya menggantungkan hidupnya dari penjualan ikan tangkapan.Ketua Koperasi Mina Tirta Basuki menyampaikan, jumlah nelayan di Waduk Gajahmungkur sekitar 1600-an. Dia mengaku, sepanjang Januari-Juni merupakan masa paceklik karena air sedang tinggi sehingga ikan sulit didapat. Sedangkan Juli-September merupakan masa panen. “Kalau air tinggi, ikan sembunyi di tanaman bawah waduk jadi susah ditangkap. Kalau air surut ikan pada keluar, saat itulah panen,” katanya.Pada masa panen, per nelayan bisa menangkap ikan 6-7 ton per hari. Waduk ini terkenal akan ikan nila, patin, dan tawes. Kendala utama nelayan adalah mahalnya harga alat tangkap seperti jaring dan pancing. Selain itu penjualan ikan masih bergantung pada tengkulak. “Kalau sedang banyak ikan di tempat lain, kadang bakul nggak kesini, kami tidak bisa menjual ikan. Ya hanya bisa pasrah saja,” terangnyaGanjar memberikan lima skema agar para nelayan bisa meningkatkan kesejahterannya. Pertama memaksimalkan kerja sambilan pada masa paceklik. Bisa bertani, buruh bangunan, atau usaha lain yang menghasilkan.Kedua, untuk kendala alat tangkap bisa mengajukan bantuan ke Pemprov Jateng. Untuk pemasaran, Ganjar meminta koperasi yang ada membuat divisi penjualan. “Ada bagian yang tugasnya mencari pasar, jadi tidak bergantung bakul,” tuturnya.Keempat adalah mencoba usaha peternakan seperti kambing atau sapi. Untuk ini, Ganjar berjanji mendatangkan para ahli untuk melatih warga. Bantuan bibit kambing dan sapi pun bisa diberikan setelah warga sudah diketahui keseriusannya.“Terakhir, soal modal kalau mau saya datangkan Bank Jateng. Ada kredit bunga rendah, saya sedang minta skema pembayaran per tiga bulanan agar memudahkan untuk nelayan dan petani,” jelasnya. (JPC)

Komentar