PSI Laporkan Dugaan Intimidasi di CFD

Mei 1, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melalui Jaringan Advokasi Rakyat Solidaritas (Jangkar Solidaritas), melaporkan insiden dugaan intimidasi yang dialami seorang ibu dan anak dalam Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Minggu (29/4).Laporan disampaikan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin 30 April 2018 siang.Sebelumnya, beredar video yang viral di media sosial, seorang ibu dan anaknya diduga diintimidasi. Sang anak menangis ketakutan.Mereka diperlakukan begitu hanya karena memakai kaus bertuliskan #DiaSibukKerja. Pengintimidasian dilakukan oknum yang berkaus #2019GantiPresiden.Menurut Juru bicara PSI bidang hukum dan Koordinator Jangkar Solidaritas, Dini Purwono, PSI mengecam segala bentuk tindakan intimidasi, terutama terhadap perempuan dan anak.”Tindakan tersebut adalah perbuatan pidana, tidak boleh dibiarkan apalagi dijadikan budaya dalam kontestasi politik. Begitu dibiarkan, akan diulangi lagi,” katanya, kemarin.Pemerintah harus memberikan perlindungan yang memadai dan menyediakan rasa aman bagi setiap warga negara untuk melangsungkan kehidupan, bebas dari bentuk intimidasi apapun.”Dalam alam demokrasi, perbedaan sikap politik harus dihormati dan dihargai. Tidak boleh ada aksi melecehkan atau mengintimidasi,” ujar Dini yang juga Caleg PSI tersebut.Tindakan massa tersebut, kata Dini, melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Pasal itu berbunyi “Barangsiapa terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan”.”PSI melaporkan dan meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku untuk menimbulkan efek jera. Aksi intimidasi semacam ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI