Napak Tilas Perkembangan Agama Melalui Wisata Religi di Magelang

Mei 1, 2018
Belum ada gambar

MAGELANG, RAKYATJATENG -Kabupaten Magelang memiliki banyak potensi di dunia pariwisata. Selain wisata alam, heritage dan wisata buatan, ada pula wisata religi. Banyak tempat yang setiap harinya ramai dikunjungi para peziarah.Hal ini tidak lepas dari sejarah perkembangan peradaban agama di Kabupaten Magelang. Tidak hanya Islam, ada juga tempat ziarah bagi umat beragama Buddha dan Katolik.Sebut saja beberapa di antaranya adalah wisata religi Makam Gunungpring di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Makam Sunan Geseng di Kecamatan Grabag, Makam Mbah Kyai Mangli di Kecamatan Ngablak. Ada juga Makam KH Chudlori di Tegalrejo dan Syeikh Nur Muhammad, Kadiwongso, Salaman. Juga di puncak Gunung Andong yang dikenal dengan Makam Mbah Pekik.Tidak hanya makam para aulia atau tokoh agama saja, ada juga tempat bersejarah bekas penyebaran agama Islam yang ramai dikunjungi. Seperti Langgar Agung petilasan Pangeran Diponegoro dan Masjid Agung Payaman yang pernah jadi pusat penyebaran agama Islam ratusan tahun silam.Wisata religi agama Katolik juga ada di Kabupaten Magelang. Tepatnya di Komplek Van Lith Kecamatan Muntilan. Tempat ini jadi bagian tak terpisahkan perkembangan agama dan pendidikan Katolik pada akhir abad ke-19. Di hari hari tertentu, komplek ini ramai dipenuhi para peziarah dari dalam maupun luar kota.Tak hanya itu, perkembangan agama Buddha juga pernah besar di Kabupaten Magelang. Buktinya banyak peninggalan sejarah berupa candi-candi Buddha yang masih terawat hingga saat ini. Setiap tahunnya, Kabupaten Magelang menjadi pusat kegiatan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. Ratusan ribu umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia dan belahan dunia berdatangan. Prosesi keagamaan itu biasa dipusatkan di dua candi. Yakni Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur.

Komentar

VIDEO TERKINI