Serapan Anggaran Jamkesda di Wonogiri Minim, Pemkab Akan Verifikasi Lagi Data Kemiskinan

April 30, 2018

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Serapan anggaran Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Wonogiri minim. Sebab, dari anggaran Rp 12 miliar tahun ini, baru terserap Rp 200 juta sampai April. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri sudah melakukan tindak lanjut terkait minimnya serapan ini.Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Setyarini mengatakan, total pasien Jamkesda sampai Kamis (26/4) ada 203 orang. Jumlah tersebut meliputi Instalasi Rawat Jalan maupun Instalasi Rawat Inap.”Menyerap anggaran Rp 194.292.079,” kata Setyarini.Selama ini kebanyakan pasien miskin datang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sebab, mereka belum masuk dalam data program Jamkesda. Dia berpendapat perlu ada pembaruan data miskin ini agar warga miskin benar-benar ter-cover dan tidak perlu membuat SKTM.Terkait hal ini, Bupati Wonogiri Joko Sutopo “Jekek” mengakui bahwa data kemiskinan di Wonogiri amburadul. Maka, perlu dilakukan verifikasi data kemiskinan kembali.”Nanti akan kita sisir ulang,” kata dia.Dia memaparkan Wonogiri sudah menyediakan anggaran Rp 12 miliar diawal tahun ini. Namun, sampai saat ini belum terserap maksimal.”Biaya Rp 50 juta pun akan kita bayar, dari Rp 12 milyar yang kita siapkan di awal tahun. Hari ini (Minggu/29/4) Rp 400 juta pun tidak habis,” beber Jekek.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Suwartono mengatakan, hingga saat ini, masih ada 118.081 warga miskin yang belum ter-cover program kesehatan baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten.”Kita sudah laporkan ke Bupati, belum tahu apakah jumlah itu nantinya akan ada SK lagi seperti yang 25.700 sebelumnya atau tidak? saya belum tahu,” pungkasnya. (JPC)

Komentar