Lovely Pink Solo, Komunitas Penyintas Kanker Payudara

April 30, 2018

SOLO, RAKYATJATENG – Penyakit kanker masih menjadi salah satu momok paling menakutkan di Indonesia, bahkan dunia. Inilah yang mengawali terbentuknya komunitas Lovely Pink Solo. Keberadaan wadah ini untuk saling bertukar informasi dan menguatkan antar penderita kanker payudara.Minggu (29/4) merupakan hari jadi komunitas Lovely Pink Solo (LPS) kedua. Tidak ada kesan mewah dalam perayaan di Pendapa Balai Kota Surakarta tersebut. Yang terlihat hanyalah sejumlah kumpulan orang yang didominasi oleh ibu-ibu parobaya berkegiatan bersama.Tapi, jika diperhatikan dengan seksama, ada yang membuat komunitas ini berbeda dari komunitas lainnya. Mengingat, 90 persen anggotanya merupakan orang-orang yang terdiagnosa kanker payudara.“Kami ini adalah komunitas penyintas (orang yang mampu bertahan hidup dari kondisi tertentu, Red) kanker. Hanya ada beberapa orang sehat yang biasa kami sebut pendamping,” terang Ketua Lovely Pink Solo, Dyah Retno Sulastri, 46.Meski sudah ditegaskan bahwa mereka penderita kanker, tak sedikit pun rasa lelah tergambar di wajah mereka. Ternyata, ratusan orang yang berkumpul hari ini adalah mereka yang bisa menaklukkan penyakit tersebut.“Komunitas ini dibentuk memang untuk saling menguatkan antarsesama pengidap kanker. Dan yang paling penting untuk bertukar informasi yang paling sahih soal penanganan kanker,” beber dia.“Kami senasib. Saling akrab saat antre periksa di ruang tunggu. Kami saling bertukar informasi dan menguatkan. Akhirnya terbentuk Lovely Pink Solo pada 12 April 2016 lalu,” kata Dyah.Awalnya, anggotanya sangat terbatas. Tapi sekarang jalinan kepedulian antarsesama komunitas makin tinggi dengan 300 lebih anggota dari eks Karesidenan Surakarta hingga sebagian Jawa Timur.Dyah pun sedikit menceritakan pengalaman pribadinya sebagai pengidap kanker. Oktober 2017 lalu merupakan saat yang cukup menghantam dirinya saat mengetahui bahwa dirinya merupakan pengidap kanker.

Komentar